Berita Sleman Hari Ini

Pemkab Sleman Ajari Petani Budidaya Cabai Melalui Sekolah Lapang 

Masyarakat petani bisa datang ke dan mengikuti sekolah lapang yang diselenggarakan di tiap STA sehingga harapannya bisa budidaya cabai secara benar.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Pengunjung sedang melihat sekaligus belajar pembibitan tanaman cabai yang akan digunakan untuk lahan demplot sekolah lapang cabai di titik kumpul Sub Terminal Agribisnis (STA) Tempel, Kabupaten Sleman, Sabtu (28/1/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman melalui bidang holtikultura perkebunan memiliki program sekolah lapang.

Program ini mengajari para petani agar bisa budidaya cabai secara benar.

Mulai dari persiapan pengolahan lahan, pembibitan, pengendalian hama, panen hingga bagaimana melakukan pemasaran melalui lembaga Sub Terminal Agribisnis (STA). 
 
Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Ir Suparmono mengatakan, Kabupaten Sleman memiliki sekira 14 STA yang tersebar di sejumlah titik.

Baca juga: KPU Purworejo Buka Rekrutmen Pantarlih untuk Pemilu 2024, Tanpa Tes Tertulis dan Wawancara

Masyarakat petani bisa datang ke dan mengikuti sekolah lapang yang diselenggarakan di tiap STA sehingga harapannya bisa budidaya cabai secara benar.

Bisa mengendalikan saat terserang penyakit maupun hama. 

"Cabai itu kan kalau musimnya jelek sedikit dan seterusnya, tidak bagus. Tapi jika persiapannya bagus, meskipun musimnya gak bagus, Insyaallah panennya bagus," kata Suparmono, di lahan demplot (demostrasi plot) sekolah lapang titik kumpul STA Tempel, Sabtu (28/1/2023). 

Pelatihan sekolah lapang cabai pada tahun ini akan di mulai pada Februari.

Kuota dalam satu titik kumpul STA untuk 30 orang.

Mereka akan diajari selama satu periode budidaya tanam. Kira-kira selama tiga bulan.

Materi yang diberikan semuanya. Mulai dari persiapan pengolahan lahan, pembibitan, pengendalian hama, panen maupun pasca panen.

Selain program sekolah lapang, petani yang mau belajar budidaya cabai juga bisa datang langsung ke titik kumpul STA. 

Harapannya, petani yang sudah berproses dan belajar di titik kumpul bisa mempraktekkan lalu menjual hasil produksinya ke titik kumpul sub terminal agribisnis. Kedepan, bukan hanya cabai melainkan juga sayur mayur. 

"Tidak hanya cabai. Untuk komoditas sayuran akan kita kembangkan. Kita dorong," katanya. 

Salah satu Petani asal Kalurahan Pondokrejo, Yusro mengungkapkan, banyak kendala yang dihadapi petani ketika melakukan budidaya cabai. Apalagi di musim penghujan.

Antara lain, serangan hama Patek atau antraknosa kemudian layu fusarium akibat infeksi jamur. Serangan penyakit ini sangat mengkhawatirkan bagi petani karena jika terinfeksi maka tanaman cabai layu dan mati.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved