Perang Rusia Vs Ukraina
Menlu Jerman : Jerman Sedang Berperang Melawan Rusia
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan Jerman dan negara-negara Eropa sesungguhnya sedang berperang melawan Rusia di Ukraina.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Mantan kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada media Jerman pada awal Desember 2022, gencatan senjata 2014 yang ditengahi Berlin dan Paris sebenarnya merupakan taktik belaka.
Mereka ingin memberi Ukraina waktu yang berharga untuk meningkatkan kemampuan militernya. Mantan Presiden Prancis Francois Hollande telah mengkonfirmasi fakta yang dikemukakan Merkel.
Sementara pemimpin Ukraina saat itu, Pyotr Poroshenko, juga mengakuinya secara terbuka.
“Operasi Rusia di Ukraina adalah tanggapan paksa dan upaya terakhir terhadap persiapan agresi oleh AS dan satelitnya," klaim mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Senin.
Perkembangan lain, Gedung Putih mencermati berbagai potensi bentrokan langsung antara kekuatan NATO-Rusia
Tapi sejauh ini, Washington belum melihat ada indikasi Moskow hendak menyerang blok militer pimpinan AS.
“Negara-negara NATO tidak dalam bahaya diserang Rusia,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby.
Berbicara pada jumpa pers reguler, Kirby ditanya apakah aliansi militer pimpinan AS memiliki cukup pasukan untuk menghalau kemungkinan serangan Rusia di sisi timurnya jika terjadi eskalasi besar dalam konflik Ukraina.
“Yang bisa saya katakan kepada Anda adalah kami sama sekali tidak melihat indikasi (Presiden Rusia Vladimir) Putin memiliki rencana untuk menyerang wilayah NATO,” kata Kirby.
Presiden AS Joe Biden menganggap serius komitmen Pasal 5 Pakta NATO. Dia mengacu pada prinsip serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap seluruh aliansi.
Kirby mencatat Washington telah mengerahkan 20.000 tentara tambahan ke Eropa, sehingga jumlah totalnya menjadi 100.000.
Dia menambahkan NATO yakin mereka memiliki kemampuan, energi, bakat, tenaga kerja, sumber daya untuk memenuhi komitmen Pasal 5 Pakta NATO.
Rusia secara konsisten menggambarkan kehadiran militer AS di sayap timur NATO sebagai ancaman.
Pada akhir Oktober, Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan semakin dekat pasukan Amerika ke perbatasan, semakin besar bahaya dihadapi Rusia.
Kirby juga mengatakan AS memperhatikan garis merah yang ditarik oleh Moskow di Ukraina. “Kami tidak menerima begitu saja ketika mereka mengatakannya. Kami tidak meremehkan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sidang-Komisi-Uni-Eropa.jpg)