Kuliner Jogja

KULINER JOGJA: Lumpia Rebung Khas Semarang Bu Tatik, Tersedia 9 Macam Varian, Harga Mulai Rp4.500

Satu di antara kuliner lumpia rebung yang sering menjadi incaran wisatawan dari berbagai daerah yakni Lumpia rebung Khas Semarang Bu Tatik. 

TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Lumpia Rebung Khas Semarang Bu Tatik cabang Jalan Urip Sumoharjo - Kota Yogyakarta, Senin (23/1/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu di antara kuliner lumpia rebung yang sering menjadi incaran wisatawan dari berbagai daerah yakni Lumpia rebung Khas Semarang Bu Tatik. 

Rasanya yang gurih dan tidak bau anyir, menjadi cirikhas dari kuliner tersebut.

Pendiri Lumpia rebung Khas Semarang Bu Tatik, Slamet Waluyo (47), mengatakan, kuliner itu memiliki isi yang beragam.

Baca juga: Durian Lokal di Desa Kaligono Purworejo Melimpah, Sehari Bisa Panen 5.000 Hingga 10.000 Buah

"Isinya ada sembilan macam. Ada isian tahu, telur, ayam, ayam + telur, rempelo ati, udang, ayam + udang, ati + udang dan rebung spesial," ucapnya kepada Tribun Jogja, Selasa (23/1/2023).

Ukuran kuliner itu pun cukup besar untuk dinikmati oleh satu orang. Bahkan, isi dari lumpia tersebut cukup banyak dan bisa mengganjal rasa lapar.

Untuk mencicipi kuliner yang telah dirintis sejak 2008 itu, Tribunners cukup mengeluarkan uang sebesar Rp4.500 - Rp10.000. Harga yang ditawarkan tersebut tergantung dengan isinya.

Kuliner khas Kota Semarang itu sendiri telah berdiri sejak 2008 dan saat ini tersebar di sembilan tempat, baik itu di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman hingga Kabupaten Bantul.

Satu di antaranya, berada di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 44, Kelurahan Klitren, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Khusus Lumpia rebung Khas Semarang Bu Tatik cabang Jalan Urip Sumoharjo Nomor 44, dalam sehari mampu menjual 500 sampai lebih dari 1.000 lumpia rebung.

Tidak heran, jika Tribunners ingin mencicipinya harus rela mengantre. Terlebih saat sore hari.

"Kami biasanya buka sejak pukul 10.00-21.00 WIB. Tapi, kalau laris, ya kami tutup lebih awal," kata Slamet.

Baca juga: Mengenal Hipertensi, Penyakit Darah Tinggi yang Bisa Menyerang Orang Muda

Usut punya usut, bisnis yang ia jalani tersebut ternyata berawal dari ide bisnis kulinernya yang beragam.

"Sebelum buka usaha itu saya jualan tahu bakso, martabak manis mini sampai sate pisang. Tapi, tidak berjalan dengan mulus. Akhirnya kami berpikir lagi untuk mencari bisnis kuliner yang berbeda. Nah, dapatlah ide Lumpia rebung," jelas dia.

Walau Slamet dan istrinya bukan asli orang Semarang, namun mereka mampu mengolah resep kuliner tersebut secara otodidak.

"Ya awal-awal kami adalah tanya-tanya ke orang-orang gimana cara buat Lumpia rebung sampai akhirnya kami menemukan resep yang rasanya berbeda dari lumpia lainnya," tutup Slemat. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved