Politik Global

Brasil-Argentina Ingin Singkirkan Dolar AS, Akan Ciptakan Mata Uang Bersama

Brasil dan Argentinya bersiap menciptakan mata uang yang bisa digunakan bersama, guna melepas ketergantungan dolar AS di transaksi perdagangan.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
KONTAN
Ilustrasi mata uang dolar 

Mdereka harus menggunakan kontrol modal untuk melindungi mata uangnya. Inflasi di negara itu saat ini melonjak dan memiliki utang sekitar $ 40 miliar kepada IMF.

Perkembangan lain menyangkut model bisnis baru di luar system dollar AS, China telah memperpanjang jam perdagangan untuk onshore yuan.

Ini cara China memperluas penggunaan mata uang nasional lintas batas dan meningkatkan aktivitas perdagangan yuan.

Mulai 1 Januari 2023, jam perdagangan untuk onshore yuan telah meningkat sehingga transaksi valuta asing sekarang dapat dilakukan hingga pukul 3 pagi di Beijing.

Bukan batas waktu 23.30 yang telah diberlakukan sebelumnya. Langkah tersebut membawa perdagangan ke malam Eropa dan lebih dalam ke hari AS.

Langkah tersebut mendukung inisiatif Beijing sebelumnya yang bertujuan untuk mempromosikan penggunaan mata uang nasional China dalam transaksi dengan eksportir energi utama dan pasokan komoditas.

Bulan lalu, Presiden Xi Jinping mengonfirmasi Beijing siap melakukan pembelian energi dalam yuan, bukan dolar AS, dengan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Ketegangan China-AS, menyebabkan meningkatnya kekhawatiran atas potensi penggunaan dolar AS sebagai senjata ekonomi melawan China.

Upaya negara untuk membuang greenback dalam perdagangan internasional juga telah meningkat dengan latar belakang sanksi besar-besaran yang diperkenalkan barat terhadap Rusia.

"Beijing berusaha keras untuk menjaga yuan tetap relevan sebagai mata uang internasional untuk melawan ketegangan geopolitik baru-baru ini dan sentimen permusuhan, terutama di AS," kata Stephen Jen, kepala eksekutif hedge fund Eurizon SLJ Capital di London.

Yuan menguat ke level terkuat dalam empat bulan setelah China mengumumkan rencana perpanjangan jam perdagangan.

Mata uang telah naik sejak November, karena investor global bertaruh pada pemulihan ekonomi China setelah penurunan kebijakan nol-Covid.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Bloomberg/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved