Breaking News:

Berita Kesehatan

Gejala Campak pada Anak

Seorang anak lebih berisiko terkena campak , jika dia belum mendapatkan vaksin dan berhubungan dengan orang yang menderita campak .

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
internet
Ilustrasi campak 

Tribunjogja.com - Pemerintah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap kasus campak yang belakangan ini merebak di Indonesia.

Per 10 Januari 2023 lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapati ada 53 KLB campak di 34 kabupaten/kota di 12 provinsi di Indonesia.

Campak memiliki tanda-tanda mirip dengan infeksi saluran pernapasan yang mudah menular.

Mengutip Stanford Children's Health, campak (rubeola) adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus sangat menular.

Virus campak hidup di lendir yang ada di hidung dan tenggorokan.

Virus menyebar dari satu anak ke anak lain melalui kontak dengan cairan dari hidung dan tenggorokan.

Penyakit ini bisa disebarkan lebih mudah oleh anak yang sedang batuk dan bersin.

Seorang anak lebih berisiko terkena campak , jika dia belum mendapatkan vaksin dan berhubungan dengan orang yang menderita campak .

Seseorang bisa menularkan virus campak sekitar 4 hari sebelum ruam muncul.

Jadi, seorang anak mungkin terkena virus campak tanpa orangtua menyadarinya.

Baca juga: Cegah Campak dengan 4 Cara Ini

Gejala campak

Mengutip Cleveland Clinic, gejala campak pada anak dapat berkembang sekitar 8 hingga 12 hari setelah Anda terinfeksi.

Sementara, tanda-tandanya dapat berlangsung 10 hingga 14 hari.

Oleh karena itu, penyakit ini sering dijuluki sebagai campak 10 hari atau campak merah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved