Perang Suriah

Provinsi Idlib Suriah Segera Kembali ke Kendali Pasukan Damaskus

Gubernur Idlib menyatakan provinsi di Suriah itu akan segera kembali ke kendali pemerintah Damaskus dari tangan kelompok teroris proksi asing.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP/OMAR HAJ KADOUR
Gambar yang diambil pada 1 Februari 2020 menunjukkan kendaraan militer Turki di pos observasi kota Saraqeb, timur Idlib, Suriah, di mana jalurnya mengarah ke persimpangan dekat kota tetangga Aleppo. 

Penarikan Turki dari Greater Idlib akan membuka jalan bagi operasi militer baru melawan HTS dan sekutunya, dan memastikan keamanan jalan raya M4.

Perkembangan lain, 12 tentara Suriah diduga tewas atau terluka ketika militan Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) yang berafiliasi dengan al-Qaeda menyerbu posisi Tentara Arab Suriah (SAA) di dekat kota Urum al-Kubrah di pedesaan barat Aleppo.

Para militan melancarkan serangan dari posisi mereka di wilayah Idlib Raya, yang mencakup bagian-bagian dari pedesaan Aleppo barat.

Terlepas dari kehadiran pasukan Turki yang besar, HTS adalah penguasa de-facto di wilayah tersebut.

Foto-foto yang dirilis oleh jaringan media resmi HTS, Amjad, menunjukkan militan menyerang posisi tersebut di tengah kabut tebal di pagi hari. Jenazah tiga prajurit SAA bisa dilihat di beberapa foto.

Ini adalah serangan keempat yang dilakukan oleh militan HTS bulan ini. Pada 10 Januari, para militan menggerebek posisi SAA di dekat kota Bsartun di pedesaan barat Aleppo.

Tiga militan dan tentara tewas dalam serangan itu. Keesokan harinya, 11 Januari, para militan menyerbu posisi lain di dekat kota Kawkabeh di pedesaan Idlib selatan.

Tujuh tentara diduga tewas di sana. Kemudian pada 14 Januari, sebuah posisi di dekat desa Nahshabba di pedesaan Lattakia utara digerebek. Tiga tentara tewas, saat itu.

HTS dan sekutunya mengintensifkan serangannya pada Desember ketika upaya Rusia untuk memulihkan hubungan antara Ankara dan Damaskus mulai mendapatkan momentum.

Sehari sebelumnya, pada 18 Januari, SAA menangkis serangan oleh Ansar al-Tawhid yang berafiliasi dengan al-Qaeda yang menargetkan beberapa posisinya di pedesaan Idlib selatan.

Sedikitnya 12 petempur kelompok bersenjata itu tewas atau terluka dalam serangan yang gagal itu.

Serangan baru-baru ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata di Idlib Raya, yang ditengahi oleh Rusia dan Turki lebih dari dua tahun lalu.

Sejauh ini, tanggapan SAA terbatas pada serangan artileri ke posisi HTS dan satu serangan yang menargetkan posisi Firqat al-Ghuraba yang berafiliasi dengan al-Qaeda.(Tribunjogja.com/Southfront.org/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved