Perang Rusia Vs Ukraina
Denis Kireev Intel Ukraina yang Dilenyapkan Polisi Rahasia Kiev
Denis Kireev ditembak mati agen-agen Dinas Keamanan Ukraina (SBU) pada 2 Maret 2022, mayatnya dibuang di trotoar Kiev.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, KIEV - Denis Kireev, seorang bankir terkemuka Ukraina, ternyata dilenyapkan nyawanya oleh polisi rahasia Ukraina.
Padahal dia intel yang direkrut Dinas Intelijen Militer Ukraina untuk menyerap informasi rahasia dari Rusia. Perannya banyak menyelamatkan Ukraina dari kehancuran.
Mikhail Podoliak, Penasihat Utama Presiden Ukraina berdalih pembunuhan itu kesalahan dan miskomunikasi di antara elemen utama Ukraina.
Denis Kireev terbunuh pada 2 Maret 2022. Jasadnya ditemukan tergeletak begitu saja di trotoar jalanan Kiev.
Beberapa saat sebelumnya, ia dijemput agen-agen Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dari Katedral St Sophia.
Cerita yang dimunculkan SBU, Kireev dianggap berkhianat dan dituduh sebenarnya dia adalah mata-mata Rusia.
Berita pembunuhan di luar hukum terhadap Kireev dipublkasikan situs Wall Street Journal, yang menggambarkan bankir berusia 45 tahun itu aslinya aset intelijen militer Ukraina.
Saat ditemukan, sebuah lubang peluru terlihat di tengkorak belakang Kireev. Intelijen militer Ukraina, bagaimanapun, mengatakan Kireev meninggal karena melindungi Ukraina.
Kematian bankir berusia 45 tahun itu menjadi sorotan lagi oleh WSJ, yang mewawancarai kerabat dan rekan Kireev.
Baca juga: Ini Alasan Penasihat Presiden Ukraina Oleksiy Arestovych Mundur dari Jabatannya
Baca juga: Jika Ukraina Kalah, Perang Dunia III Bisa Pecah di Eropa
Baca juga: Presiden Ukraina Volodymir Zelensky Jatuhkan Sanksi ke 119 Tokoh Rusia
WSJ juga secara khusus mewawancarai Jenderal Kiril Budanov, pria yang merekrut Kireev dan mempekerjakannya untuk tugas-tugas khusus.
Bankir itu menurut Budanov setia kepada Kiev, mengumpulkan dana untuk mendanai brigade sukarelawan Ukraina di Donbass setelah 2014.
Menurut teman-temannya, Denis Kireev menikmati peran “007” alias agen mata-mata untuk negaranya.
Budanov mengatakan dia merekrut Kireev pada 2021 karena kontak bisnisnya dengan Rusia, dan menerima informasi berguna darinya selama berbulan-bulan sebelum konflik meningkat.
“Jika bukan karena Tuan Kireev, kemungkinan besar Kiev akan direbut,” kata Budanov kepada jurnalis WSJ.
Kireev datang ke Budanov pada 23 Februari 2022, dan mengatakan Rusia akan menyerang keesokan harinya. Tujuan utama merebut Bandara Antonov di Gostomel, dekat Kiev.
Informasi itu memberi Ukraina beberapa jam waktu yang berharga untuk memindahkan pasukan menghadapi serangan Rusia yang akhirnya melumpuhkan bandara.
Peran Kireev itu menurut Budanov turut menyelamatkan ibu kota Kiev. Budanov menambahkan, dia meminta Kireev menghadiri pembicaraan gencatan senjata di Belarus.
Sebab, Kireev secara pribadi mengenal dua anggota delegasi Rusia. Dia difoto saat pembicaraan, dan sejak itulah SBU curiga.
Malam sebelum pembicaraan putaran kedua, Kireev menerima telepon dari perwira kontraintelijen SBU, Alexander Poklad.
Poklad telah meminta pertemuan, kata petugas keamanan Kireev kepada WSJ.
Kireev telah memberi tahu pengawalnya dia mungkin akan ditangkap dan menginstruksikan mereka untuk tidak ikut campur.
Mereka dengan patuh dilucuti ketika SBU mengepung mereka di luar Katedral St Sophia. Kireev dimasukkan ke minivan SBU. Mayatnya ditemukan sekitar 90 menit kemudian di trotoar.
Dinas Intelijen Militer Ukraina selanjutnya mengatur penguburan Kireev, dan Presiden Volodymir Zelensky secara anumerta memberi Kireev medali untuk tugas luar biasa.
WSJ juga mencatat kepemimpinan SBU disingkirkan pada Juli 2022.
Selama wawancara dengan outlet Estonia pada Kamis, Podoliak mengomentari cerita WSJ dengan menyalahkan kematian Kireev karena miskomunikasi.
“Itu adalah hari-hari pertama perang. Pembunuhannya disebabkan fakta tidak ada koordinasi terpadu antara struktur keamanan,” katanya memberi alasan.
“Ada klaim tertentu terhadapnya, mereka tidak punya waktu untuk menyelesaikan klaim tersebut dalam format dialog,” kata tangan kanan Zelensky itu.
Pembunuhan Kireev dikomentari Moskow sebagai bentuk ‘kekejaman’ rezim Kiev yang bahkan melebihi perilaku ISIS.
“ISIS adalah anak kecil dibandingkan dengan rezim Kiev,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.
Fakta menarik terbaru di Ukraina adalah meninggalnya Menteri Dalam Negeri Ukraina Denis Monastyrsky.
Ia turut jadi korban tewas ketika helikopter yang ditumpanginya jatuh di daerah perumahan di kota Brovary, dekat Kiev.
Setidaknya 18 orang lainnya, termasuk tiga anak, juga tewas dalam insiden itu. Penjelasan dikemukakan, Kepala Administrasi Militer Wilayah Kiev, Aleksey Kuleba.
Menurut Kuleba, ada 22 orang lainnya, termasuk sepuluh anak, terluka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Sembilan dari mereka yang tewas berada di atas helikopter, yang mengangkut Monastyrsky dan wakilnya Evgeny Yenin dan pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri lainnya.
Pesawat nahas itu milik Kementerian Darurat Ukraina. Helikopter itu jatuh di dekat taman kanak-kanak dan blok apartemen di Brovary, sebuah kota berpenduduk sekitar 110.000 orang.
Sebab jatuhnya helikopter belum diketahui pasti. Kemendagri Ukraina mengatakan sedang mencari beberapa kemungkinan penyebab kecelakaan itu.
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina menunjukkan penyelidikan atas insiden tersebut akan memakan waktu setidaknya beberapa minggu. Terlalu dini untuk menyebutkan penyebabnya.
Helikopter yang jatuh itu buatan Prancis. Monastyrsky (42) menjadi Menteri Dalam Negeri Ukraina sejak Agustus 2019.
Selama kampanye pemilihan presiden awal tahun itu, mantan pengacara itu telah dipresentasikan sebagai pakar reformasi penegakan hukum di tim Vladimir Zelensky.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Denis-Kireev-dan-Fotonya-Saat-Berunding-dengan-Rusia.jpg)