Berita Kulon Progo Hari Ini
Sikapi Tingginya Angka Kemiskinan di Kulon Progo, Ini Upaya Kalangan Legislatif
DPRD Kulon Progo turut menyikapi terkait tingginya angka kemiskinan di Kulon Progo .
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - DPRD Kulon Progo turut menyikapi terkait tingginya angka kemiskinan di Kulon Progo .
Bahkan, angkanya tertinggi se-DI.Yogyakarta.
Ketua DPRD Kulon Progo , Akhid Nuryati menyebut, kemiskinan di wilayahnya sudah menjadi mental masyarakat setempat sehingga persoalan ini sulit dientaskan.
"Di Kulon Progo , miskin sudah menjadi mentalnya orang Kulon Progo. Sehingga kita sulit untuk menurunkan angka kemiskinan," kata Akhid Nuryati, Ketua DPRD Kulon Progo , Kamis (19/1/2023).
Bahkan, lanjutnya, persoalan tingginya angka kemiskinan di Kulon Progo juga telah disampaikannya dalam berbagai forum.
Baca juga: Dua Pejabat Polri di Polres Kulon Progo Mendapatkan Promosi Jabatan
Untuk mengentaskan kemiskinan, DPRD Kulon Progo terutama badan anggaran (banggar) berupaya mengalokasikan dana untuk program jaring pengaman sosial (JPS) lebih kepada jaminan perlindungan.
"JPS yang alokasinya selalu berupa bantuan langsung tunai (BLT), bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan dan bantuan di tingkat kalurahan berusaha tidak ditambah melainkan dialihkan kepada perlindungan," terangnya.
Ia mencontohkan, dana yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2023 digelontorkan bagi 1.786 penderes kelapa untuk pembayaran premi jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).
Meski, jaminan perlindungan baru mengkaver penderes di lima desa di Kapanewon Kokap dan satu kalurahan di Kapanewon Samigaluh.
Ke depan, jaminan perlindungan tidak hanya bagi penderes melainkan pekerja informal lain seperti pembantu rumah tangga, petani dan pekerja di level terbawah lainnya.
Melalui cara tersebut, harapannya warga di Kulon Progo tidak lagi mengharapkan bantuan.
Akan tetapi, tercipta sebuah perlindungan-perlindungan baik sosial, beasiswa, kesehatan dan ketenagakerjaan.
Sehingga tumbuh optimisme warga untuk lebih berusaha.
Jika terjadi sesuatu hal di lingkup keluarganya, perlindungan yang dikucurkan dari pemerintah pusat sudah mengkaver mereka baik keluarga miskin, sekolah dan berobat.
Akhid juga berupaya dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sikapi-Tingginya-Angka-Kemiskinan-di-Kulon-Progo-Ini-Upaya-Kalangan-Legislatif.jpg)