Perang Rusia Vs Ukraina

Terlibat Semakin Dalam, NATO Janji Kirim Senjata Lebih Berat ke Ukraina

Sekjen NATO Jens Stoltenberg menjanjikan negara NATO akan mengirim lebih banyak senjata berat ke Ukraina guna melawan Rusia.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Bundeswehr
Tank Leopard dioperasikan Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr. Menghadapi perubahan peta politik dan konflik terkini, Jerman mereformasi militernya dari pasif menjadi lebih agresif secara anggaran maupun kemampuan persenjataannya. 

TRIBUNJOGJA.COM, BRUSSEL - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan Ukraina akan menerima lebih banyak peralatan perang berat dari barat dalam waktu dekat.

Inggris telah menjanjikan tank ke negara itu, dan Jerman berada di bawah tekanan untuk mengikutinya.  

Grup kontak yang dipimpin AS untuk mempersenjatai Ukraina yang terus melawan Rusia, akan bertemu pada Jumat pekan ini.

“Kami berada dalam fase perang yang krusial,” kata Stoltenberg kepada surat kabar Jerman Handelsblatt, Minggu (15/1/2023).

Stoltoenberg berbicara beberapa hari setelah Ukraina kehilangan kota Soledar yang penting secara strategis sebagai jalur pasok logistik ke garis depan.

“Kami mengalami pertempuran sengit,” lanjut Sekjen ATO seraya menegaskan penting bagi mereka melengkapi Ukraina dengan senjata yang dibutuhkan untuk dapat menang.

Beberapa minggu terakhir telah terlihat peningkatan dramatis dalam peralatan yang dijanjikan ke Ukraina oleh kekuatan terbesar NATO.

Baca juga: Jerman Kirim Howitzer ke Ukraina, Bulgaria Pasok Senjata Ringan dan Peluru

Baca juga: Polandia Akhirnya Akan Kirim Tank Leopard Buatan Jerman ke Ukraina

Baca juga: Yunani Kirim Ranpur BMP-1 ke Ukraina, Ditukar Marder dari Jerman

AS, Prancis, dan Jerman secara bersamaan mengumumkan pada awal bulan mereka akan menyumbangkan kendaraan tempur infanteri ke militer Ukraina.

Sementara Inggris secara resmi mengkonfirmasi pada hari Sabtu bahwa mereka akan mengirim 14 unit tank tempur utama Challenger 2.

“Janji peralatan perang berat baru-baru ini penting, dan saya berharap lebih banyak dalam waktu dekat,” kata Stoltenberg kepada Handelsblatt.

Paket senjata lebih lanjut kemungkinan akan diumumkan setelah 'Kelompok Kontak Pertahanan' yang dipimpin AS bertemu di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.

Panel yang terdiri dari hampir 50 negara ini telah bertemu tujuh kali sejak operasi militer Rusia di Ukraina dimulai Februari lalu.

Setiap pertemuan diikuti janji baru bantuan militer dari Amerika dan sekutunya.

Pertemuan pertama di Mei 2022 diikuti pengiriman rudal anti kapal dari Denmark, helikopter dari Republik Ceko, dan sistem artileri dari Italia, Yunani, Norwegia, dan Polandia.

Pertemuan terakhir kelompok tersebut pada bulan November terjadi ketika AS mengumumkan paket bantuan senilai $400 juta, termasuk rudal darat-ke-udara.

Meskipun Stoltenberg menegaskan dia tidak menginginkan perang besar-besaran antara NATO dan Rusia, Moskow telah berulang kali memperingatkan barat.

Tank tempur ringan AMX-10 buatan Prancis ini aktif di berbagai medan tempur sejak tahun 1980. Prancis menjanjikan bantuan tank tempur ini ke Ukraina. Indonesia juga masuk daftar pengguna tank AMX-10.
Tank tempur ringan AMX-10 buatan Prancis ini aktif di berbagai medan tempur sejak tahun 1980. Prancis menjanjikan bantuan tank tempur ini ke Ukraina. Indonesia juga masuk daftar pengguna tank AMX-10. (Wikipedia Common)

Pengiriman senjata yang berkelanjutan hanya akan memperpanjang konflik di Ukraina, sementara membuat kekuatan barat menjadi partisipan de-facto.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan konflik tersebut sebagai konflik antara Rusia dan seluruh mesin militer barat.

Tapi ia mengatakan pada Sabtu kemajuan operasi militer Moskow positif, dengan situasi medan perang berkembang masih dalam kendali Kementerian Pertahanan dan rencana Kepala Staf Gabungan.

Sementara Moskow memandang deklarasi kerjasama Uni Eropa dan NATO adalah bukti lebih lanjut kini Uni Eropa berada di bawah jempol blok militer yang dipimpin AS.

Pandangan ini dikemukakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Zakharova mengatakan dokumen NATO-UE mengkonfirmasi Uni Eropa telah berfungsi sebagai alat untuk menegakkan kepentingan AS secara paksa.

Dia mengatakan dengan kedok memperkuat ikatan transatlantic, deklarasi tersebut mempromosikan ketentuan konsep strategis NATO, yang diadopsi pada Juni 2022.

Menurut diplomat itu, deklarasi tersebut memandang keamanan transatlantik lewat sudut pandang Rusia sebagai ancaman.

Karena itu blok militer itu akan meningkatkan pasokan senjata dan perangkat keras militer ke rezim Kiev, meningkatkan mobilitas militer di teater perang Eropa, dan perluasan NATO lebih lanjut.

Ketentuan dokumen tersebut pada dasarnya memformalkan sifat sekunder kebijakan pertahanan UE dengan kebijakan NATO sambil membatalkan klaim otonomi UE di bidang ini.

Zakharova juga menggambarkan dokumen itu sebagai pidato lain untuk filosofi superioritas barat.

“Ini secara blak-blakan menyatakan bahwa NATO dan UE akan menggunakan semua cara politik, ekonomi dan militer demi kepentingan satu miliar warga negara kita,” kata Zakharova.

Terhadap latar belakang ini, motif Washington sudah jelas, kata juru bicara itu. AS ingin menyeret Uni Eropa ke dalam persaingan global dan, jika berhasil, orang Eropa akan menghadapi nasib yang tidak menyenangkan sebagai pengikut Amerika.

Ini berarti UE menurut Zakharova akan kehilangan posisi dalam politik dan ekonomi global, dengan setiap langkah menjadi semakin bergantung pada Washington.

Zakharova bertanya-tanya apakah warga Eropa biasa benar-benar ingin melihat hasil seperti itu, sambil membayar untuk konfrontasi yang berlarut-larut ini dari kantong mereka sendiri.

Deklarasi bersama UE-NATO ditandatangani pada Selasa pekan lalu oleh Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Mereka berjanji untuk meningkatkan kemitraan mereka ke tingkat berikutnya, karena menganggap barat dihadapkan dengan ancaman paling buruk terhadap keamanan Euro-Atlantik.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved