Perang Rusia Vs Ukraina
Dmitri Peskov : Tank-tank Kiriman NATO Akan Terbakar
Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov memperingatkan tank-tank kiriman NATO akan dihancurkan dan terbakar begitu memasuki palagan tempur Ukraina.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
“Kami mengalami pertempuran sengit,” lanjut Sekjen ATO seraya menegaskan penting bagi mereka melengkapi Ukraina dengan senjata yang dibutuhkan untuk dapat menang.
Beberapa minggu terakhir telah terlihat peningkatan dramatis dalam peralatan yang dijanjikan ke Ukraina oleh kekuatan terbesar NATO.
AS, Prancis, dan Jerman secara bersamaan mengumumkan pada awal bulan mereka akan menyumbangkan kendaraan tempur infanteri ke militer Ukraina.
Sementara Inggris secara resmi mengkonfirmasi pada hari Sabtu bahwa mereka akan mengirim 14 unit tank tempur utama Challenger 2.
“Janji peralatan perang berat baru-baru ini penting, dan saya berharap lebih banyak dalam waktu dekat,” kata Stoltenberg kepada Handelsblatt.
Paket senjata lebih lanjut kemungkinan akan diumumkan setelah 'Kelompok Kontak Pertahanan' yang dipimpin AS bertemu di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.
Panel yang terdiri dari hampir 50 negara ini telah bertemu tujuh kali sejak operasi militer Rusia di Ukraina dimulai Februari lalu.
Setiap pertemuan diikuti janji baru bantuan militer dari Amerika dan sekutunya.
Pertemuan pertama di Mei 2022 diikuti pengiriman rudal anti kapal dari Denmark, helikopter dari Republik Ceko, dan sistem artileri dari Italia, Yunani, Norwegia, dan Polandia.
Pertemuan terakhir kelompok tersebut pada bulan November terjadi ketika AS mengumumkan paket bantuan senilai $400 juta, termasuk rudal darat-ke-udara.
Meskipun Stoltenberg menegaskan dia tidak menginginkan perang besar-besaran antara NATO dan Rusia, Moskow telah berulang kali memperingatkan barat.
Pengiriman senjata yang berkelanjutan hanya akan memperpanjang konflik di Ukraina, sementara membuat kekuatan barat menjadi partisipan de-facto.
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan konflik tersebut sebagai konflik antara Rusia dan seluruh mesin militer barat.
Tapi ia mengatakan pada Sabtu kemajuan operasi militer Moskow positif, dengan situasi medan perang berkembang masih dalam kendali Kementerian Pertahanan dan rencana Kepala Staf Gabungan.
Sementara Moskow memandang deklarasi kerjasama Uni Eropa dan NATO adalah bukti lebih lanjut kini Uni Eropa berada di bawah jempol blok militer yang dipimpin AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tank-tempur-leopard-2a4_20180207_082522.jpg)