Lima Tanker Super Besar Ekspor Minyak Rusia ke China dan India
Rusia mengekspor jutaan barrel minyaknya ke China dan India meski barat memberikan sanksi untuk Kremlin
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON DC – Rusia kembali mengekspor minyaknya ke negara-negara Asia dengan jumlah yang cukup besar.
Setidaknya ada lima tanker super besar yang mengirimkan minyak ke China dan India.
China menjadi salah satu negara yang paling banyak mendatangkan minyak dari Rusia ini.
Dari lima tanker raksasa yang mengirimkan minyak ke Asia, empat di antaranya mengirim ke China.
Pengiriman minyak ini dilaksanakan sejak 22 Desember 2022 lalu hingga 23 Januari 2023, menurut sejumlah sumber dan data pelacakan kapal Eikon
Dikutip dari Kompas.com yang melansir pemberitaan Reuters, informasi ekspor minyak Rusia ke China dan India ini berdasarkan data dari berbagai sumber dan pelacakan data pelayaran.
Sebelumnya Rusia sempat mengalami kesulitan untuk mencari kapal tanker guna pengiriman minyaknya.
Sebab, negara-negara G7 menerapkan pembatasan harga minyak Rusia tak lebih dari 60 dollar AS per barel.
Namun, China tak menghiraukan sanksi dari barat dan memilih untuk terus mengimpor minyak dari Rusia sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (13/1/2023).
Tak hanya China, India pun juga memilih untuk membeli minyak dari Rusia karena harganya yang murah karena banyak diskon.
Pembatasan harga minyak Rusia oleh G7 yang diperkenalkan pada Desember 2022 masih memungkinkan negara-negara di luar Uni Eropa untuk mengimpor minyak Rusia melalui laut.
Akan tetapi, G7 melarang perusahaan pengapalan, asuransi, dan asuransi ulang untuk menangani kargo minyak mentah Rusia kecuali jika minyak dijual di bawah batas 60 dollar AS per barel.
“Dengan harga (minyak) Ural jauh di bawah batas harga, bisnis pembelian dan perdagangan Ural pada dasarnya sah,” kata seorang eksekutif di sebuah perusahaan China yang terlibat dalam pengiriman minyak Rusia.
Ketika AS dan sekutunya mencoba menghentikan pendapatan Moskwa dari sektor energi akibat perang du Ukraina, Rusia dengan cepat mengalihkan ekspor minyaknya dari Eropa ke Asia.
Pelayaran yang lebih lama, diskon besar-besaran, dan tarif angkut yang melambung memang memangkas keuntungan yang akan didapatkan Moskwa.