Daftar Situs Jual Beli Organ yang Diblokir Kominfo, Salah Satunya https://organcity.com/

Berdasarkan UU Kesehatan, jual-beli organ tubuh dengan alasan apapun merupakan perbuatan pidana.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
DOK PRIBADI
Pelaku pembunuhan Dewa, AD dan MF saat dihadirkan dalam konferensi pers pengungkapan kasus itu di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Selasa (10/1/2023) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Peristiwa penculikan yang disertai pembunuhan bocah 11 tahun di Makassar yang dipicu keingginan menjual organ tubuh korban mendapatkan perhatian serius dari Kementrian Komunikasi dan Informastika (Kominfo).

Untuk mencegah kejadian serupa, Kominfo langsung memblokir situs jual beli organ tubuh.

Setidaknya ada tiga situs yang sudah diblokir oleh pemerintah.

Ketiga situs itu adalah https://organcity.com/, https://heavenlyorgans.com/, dan http://drsamuelbansal.blogspot.com.

Pemblokiran tersebut dilakukan setelah Kominfo mendapatkan permintaan dari Polri.

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Usman Kansong mengatakan pemblokiran dilaksanakan pada Kamis (12/1/2023) malam.

"Kominfo tadi malam telah memblokir tiga situs jual beli organ," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Usman Kansong saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/1/2023).

"Pemblokiran tersebut dilakukan setelah Kominfo menerima permintaan blokir dari Polri,"lanjutnya.

Sebelumnya, kata Usman, Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) juga menelusuri situs yang diakses remaja di Makassar dan situs-situs serupa lainnya.

Baca juga: Dua Remaja di Makassar Bunuh Bocah 11 Tahun Gara-gara Ingin Jual Organ Korban, Begini Kronologinya

Usman mengatakan, apabila mendapati situs yang menawarkan jual-beli organ tubuh, pihaknya akan segera memblokir.

Sebab, berdasarkan UU Kesehatan, jual-beli organ tubuh dengan alasan apapun merupakan perbuatan pidana.

Kasus jual beli organ ini kembali mencuat setelah seorang bocah berinisial MFS berusia 11 tahun di Makassar dibunuh oleh dua pelajar karena pelaku ingin menjual organ tubuh korban.

Korban MFS sebelumnya dilaporkan hilang sejak  8 Januari 2023. Korban ternyata diculik dan ditemukan tewas mengenaskan di kolong jembatan Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros, Selasa (10/1/2023) dini hari.

MFS ditemukan dalam kondisi kedua kaki dan tangan terikat dan terbungkus kantong plastik.

Dari rekaman CCTV, korban diajak oleh pelaku pergi membantu membersihkan rumah dengan iming-imingan uang Rp 50.000 di depan Indomaret, Jalan Batua Raya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved