Perang Rusia Vs Ukraina
Polandia Akhirnya Akan Kirim Tank Leopard Buatan Jerman ke Ukraina
Polandia akan mengirim sejumlah tank tempur berat Leopard buatan Jerman ke Ukraina. Keputusan Polandia ini merupakan komitmen NATO membantu Kiev.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Ini dikemukakan Menteri Pertahanan Ukraina Aleksey Reznikov kepada outlet AS Politico pada bulan Oktober.
Pekan lalu, Reznikov mengatakan kepada TV Ukraina negaranya “melaksanakan misi NATO” dengan menumpahkan darah, jadi merupakan tanggung jawab barat untuk menyediakan senjata.
AS dan sekutunya menyediakan senjata, peralatan, dan amunisi senilai hampir $100 miliar ke Ukraina pada tahun 2022, menurut perkiraan Kementerian Pertahanan Rusia.
Moskow telah berulang kali memperingatkan barat bantuan militernya ke Kiev hanya akan memperpanjang konflik dan berisiko menimbulkan konfrontasi langsung.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan AS dan NATO pasti" mengambil bagian dalam konflik tersebut, walaupun secara tidak langsung.
Perkembangan lain, Ukraina ternyata telah menerima kiriman munisi tandan kontroversial dari Turki.
Majalah Foreign Policy melaporkan informasi sensitif ini. Pengiriman telah berlangsung sejak November 2022.
Pejabat AS dan Eropa saat ini dan sebelumnya mengatakan kepada outlet tersebut. Tidak jelas berapa banyak amunisi yang telah diterima, atau apakah sudah digunakan di medan perang.
Senjata yang dimaksud disebut amunisi konvensional yang ditingkatkan dengan tujuan ganda, atau DPICM.
Munisi ini dirancang selama era Perang Dingin, ketika NATO berencana untuk mengerahkan mereka melawan invasi Soviet berskala besar ke Eropa.
Munisi ini berisi lusinan submunisi, dimaksudkan untuk menyerang personel dan target lapis baja ringan, tersebar di area yang luas untuk meningkatkan tingkat kematian.
Seperti banyak munisi tandan lainnya, DPICM cenderung menghasilkan bahaya jangka panjang, karena beberapa submunisi dapat gagal meledak dan berpotensi melukai atau membunuh seseorang bertahun-tahun setelah digunakan.
Undang-undang AS melarang ekspor senjata cluster apa pun dengan tingkat kegagalan melebihi ambang batas tertentu.
Peraturan yang sama mensyaratkan jaminan munisi tandan tidak akan digunakan di wilayah yang mungkin terdapat warga sipil.
Washington telah berulang kali menolak permintaan dari Kiev untuk penyediaan DPICM. Sebagian besar anggota NATO Eropa adalah penandatangan Konvensi Munisi Curah (CCM) 2008.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tank-Leopard-Bundeswehr.jpg)