Perang Rusia Vs Ukraina

Dmitri Peskov : Belum Ada Prospek Negosiasi Damai dengan Ukraina

Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov mengatakan untuk saat ini tidak ada prospek perundingan damai dengan Ukraina.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
MAXIM SHEMETOV / POOL / AFP
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. 

"Kami melihat masalah tertentu dengan kompleks industri militer negara-negara ini, dengan menipisnya stok senjata dan amunisi mereka, tetapi sejauh ini kami melihat pernyataan mereka bahwa, terlepas dari semua kesulitan, mereka akan terus memompa Ukraina," Peskov dikatakan.

Mengenai pembicaraan damai untuk mengakhiri perang, Peskov mengatakan kepada wartawan untuk saat ini tidak ada prospek untuk pembicaraan damai dengan Ukraina.

Indikasinya bisa dilihat ketika Kiev mengeluarkan larangan untuk berunding dengan Rusia, kecuali barat mengizinkan Kiev fleksibel.

“Rusia selalu siap untuk menyelesaikan masalah melalui negosiasi," katanya sembari menegaskan Presiden Rusia Vladimir Putin berulang kali mengatakan Moskow siap untuk ini tanpa syarat.

“Tentu saja, kami lebih memilih untuk mencapai tujuan kami melalui cara damai dan diplomatis,” tambahnya.

Pada 22 Desember, The Wall Street Journal melaporkan, mengutip sumber anonim Amerika dan Eropa, bahwa Ukraina sedang mengerjakan perincian akhir dari proposal penyelesaian damai.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada pertemuan bersama Kongres AS, setelah pembicaraannya dengan Presiden Joe Biden, keduanya membahas proposal Kiev.

Presiden AS mendukung saran Ukraina untuk mengadakan KTT perdamaian global untuk membahas usulan tersebut.

Namun, pejabat Rusia telah berulang kali memperingatkan setiap rencana perdamaian untuk mengakhiri perang Ukraina harus mempertimbangkan realitas baru, yaitu aksesi empat wilayah baru ke Rusia.

Dalam konteks terpisah, Peskov menekankan Moskow akan melakukan segalanya untuk memastikan kepentingannya di pasar energi, menggarisbawahi semua tindakan pembatasan akan ditentang.

Pada Selasa, Reuters melaporkan, mengutip seorang pejabat G7, bahwa negara-negara G7 ingin menetapkan dua batas harga untuk produk minyak bumi Rusia pada bulan Februari.

Kdua batas harga itu untuk jenis produk yang diperdagangkan dengan harga premium dan diskon untuk minyak mentah.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Almayadeen/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved