Tim Pengabdian P2AD Fakultas Geografi UMS Gelar Penyuluhan Pengelolaan Air di Kartasura

Selama beberapa dekade terakhir, penurunan kualitas air tanah di daerah perkotaan meningkat dengan tajam

Ist
Tim Pengabdian P2AD Fakultas Geografi UMS Gelar Penyuluhan Pengelolaan Air di Kartasura 

TRIBUNJOGJA.COM -  Selama beberapa dekade terakhir, penurunan kualitas air tanah di daerah perkotaan meningkat dengan tajam.

Hal ini terjadi karena peningkatan urbanisasi, pembangunan industri besar-besaran, ekspansi lahan pertanian, manajemen limbah domestik yang buruk di perkotaan, erosi tanah, dan pembangunan transportasi.

Kontaminasi air tanah akibat dampak pembangunan dapat terlihat dari sifat kimia, sifat fisik, dan sifat biologi air yang mengindikasi unsur-unsur terlarut dalam air.

Air tanah yang terkontaminasi oleh zat kimia akan mengalir sesuai dengan arah aliran tanahnya.

Hal tersebut tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan seperti hipertensi, sakit kepala, masalah hati dan ginjal, diare, penyakit kardiovaskular, iritabilitas, cacat intelektual, dan karsinogenik.

Beberapa penyakit tersebut muncul akibat kandungan bakteri berbahaya, salah satunya total coliform (Escherichia Colli) dalam air tanah yang dapat mendiami tubuh manusia.

Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sukoharjo yang mengalami perkembangan wilayah yang pesat, baik dilihat dari segi penduduk, aktivitas sosial, ekonomi maupun fisik wilayahnya.

Peningkatan pembangunan (penggunaan lahan) dan penduduk menyebabkan peningkatan volume limbah domestik.

Hal ini tentu akan berdampak pada penurunan kualitas air tanah dangkalnya.

Berdasarkan hasil uji sampel kualitas air yang telah dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Geografi UMS (Dra. Alif Noor Anna, M.Si, dkk) tahun 2021 di Kecamatan Kartasura, ditemukan hasil bahwa nilai indeks kualitas air terendah ada di Desa Pucangan, yakni sebesar 43,02.

Jika peningkatan polutan yang mencemari air tanah dangkal di Desa Pucangan tidak diimbangi dengan pengetahuan masyarakat akan bahaya dan dampaknya.

Dikhawatirkan kondisi air tanah dangkal semakin hari tidak memenuhi standar kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air.

Kekhawatiran inilah yang mendorong tim pengabdian untuk melakukan kegiatan penyuluhan agar pengetahuan masyarakat mengenai teknik pengelolaan air tanah dangkal di Desa Pucangan meningkat.

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan oleh tim pengabdian P2AD Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Tim terdiri dari Alif Noor Anna,  Dewi Novita Sari, Munawar Cholil, Yuli Priyana, Vidya Nahdhiyatul Fikriyah dengan melibatkan mitra dari PKK Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved