Politik Global

Jenderal AS Dicopot Gara-gara Suruh Prajuritnya Antar Belanja Ibunya ke Pasar

Brigjen Jeffrey Magram, seorang komandan Garda Nasional Kalifornia dicopot setelah menyalahgunakan kekuasaan untuk keperluan pribadi.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Russia Today/Facebook / 144th Fighter Wing
Brigjen Jeffrey Magram, kedua dari kanan, mantan Wakil Komandan Garda Nasional Kalifornia. Dia dicopot dari jabatannya atas dakwaan menyalahgunakan prajuritnya untuk keperluan pribadinya. 

TRIBUNJOGJA.COM, KALIFORNIA - Seorang jenderal Korps Pengawal Nasional Kalifornia telah dipecat setelah penyelidikan internal menemukan dia bersalah menyalahgunakan kekuasaan jabatah.

Jenderal itu mengeksploitasi tentaranya untuk penggunaan pribadi, seperti mengantarnya ke konsultasi medis  ke dokter, dan mengantar ibunya berbelanja bahan makanan ke pasar.

Brigadir Jenderal Jeffrey Magram dipindahkan ke cadangan pensiunan Angkatan Udara AS, sebuah hukuman yang sejajar pemecatan.

Kabar ini diwartakan Los Angeles Times Sabtu (7/1/2023) dikutip Russia Today. Sumber informasi juru bicara Garda Nasional California Letnan Kolonel Brandon Hill.

Jeffrey Magram menurut Hill dicopot karena setelah dua penyelidikan oleh inspektur jenderal membenarkan tuduhan terhadapnya.

“Perilaku Anda telah membuat saya kehilangan keyakinan, kepercayaan, dan keyakinan pada kemampuan Anda untuk terus melayani,” kata Mayor Jenderal Matthew Beevers, isnpeketur pemeriksa kepada Magram dalam sebuah memo yang diperoleh LA Times.

Beevers ditunjuk sebagai penjabat sementara Garda Nasional setelah mantan bos Magram, Mayor Jenderal David Baldwin, pensiun musim panas lalu.

Ia pensiun menyusul laporan LA Times tentang dugaan skandal di jajarannya.

Baca juga: Massa Pendukung Trump Rusuh di Gedung Capitol, Garda Nasional AS Diaktifkan

Baca juga: Garda Nasional Turun di Berbagai Negara Bagian, 25 Kota di AS Berlakukan Jam Malam

Magram adalah jenderal kelima dari 20.000 orang pengawal yang mengundurkan diri, pensiun atau dipecat di tengah tuduhan perilaku tidak wajar selama empat tahun terakhir.

Magram dilaporkan mengaku kepada penyelidik dia telah menggunakan bawahannya untuk menjalankan tugas non militer.

Dia berargumen tugas semacam itu konsisten dengan konsep wingman, di mana anggota penjaga saling menjaga.

Dia menambahkan jika dia diberi tahu tentang masalah etika atas perilaku seperti itu, "Saya akan mengoreksi atau menanganinya saat itu juga," katanya.

Namun, seorang inspektur jenderal mencatat sang jenderal telah diberi tahu pada 2017, meminta prajurit mengantarnya ke urusan pribadi tidaklah tepat.

Dia juga disalahkan karena menugaskan seorang bawahan untuk mengerjakan tugas pribadinya, dan dia gagal menyelesaikan pelatihan keamanan sibernya.

Sebaliknya, Magram mengarahkan seorang staf untuk menyelesaikan kursus online yang seharusnya diikutinya secara langsung.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved