Perang Rusia Vs Ukraina

Rentetan Ledakan Rudal Hantam Kiev di Hari Terakhir 2022

Pasukan Rusia meluncurkan belasan rudal yang hantam target di Kiev, ibu kota Ukraina tepat di hari terakhir tahun 2022.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TWITTER @mod_russia
Tangkapan layar dari video uji coba rudal Zircon yang diluncurkan dari kapal tempur Laksamana Gorshkov di Laut Baretns. 

TRIBUNJOGJA.COM, KIEV – Rentetan ledakan akibat hantaman rudal terdengar di ibu kota Ukraina, Kiev, Sabtu (31/12/2022). Sirine peringatan terdengar meraung-raung di seantero kota.

Kepala Administrasi Regional Kiev, Alexey Kuleba, sistem pertahanan udara Ukraina menangkis serangan rudal tersebut.

Menurut Wakil Kepala Kantor Presiden, Kirill Tymoshenko, tujuh sasaran udara dicegat di dekat Kiev. Namun, klaim pejabat Ukraina seringkali dibesar-besarkan.

Terlepas dari upaya militer Ukraina untuk mencegat rudal Rusia, banyak dari mereka mencapai target mereka.

Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengkonfirmasi ledakan di distrik kota Solomenskiy, Pecherskiy dan Goloseevsky.

Salah satu ledakan, menurut dia, terdengar di antara bangunan tempat tinggal di distrik Solomensky.

Wali Kota mengklaim satu orang tewas, 20 lainnya luka-luka, 14 di antaranya dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Perjanjian Minsk Akal Bulus Barat yang Korbankan Ribuan Nyawa di Ukraina

Baca juga: Vladimir Putin Minta Rusia Tidak Disalahkan atas Perang di Ukraina

Baca juga: Joe Biden Beri Zelensky Rudal Patriot dan Bom Pintar untuk Perkuat Jet Tempur Ukraina

Menurut laporan lokal, salah satu sasarannya adalah hotel Alfavito di ibu kota Ukraina.

Hotel ini digunakan tentara bayaran asing yang datang untuk berperang di Ukraina.

Jumlah pasti tentara bayaran yang dihancurkan dalam serangan itu masih belum diketahui.

Setelah militer Rusia batal menguasai ibu kota Ukraina, Kiev menjadi salah satu tempat perlindungan utama bagi para pejuang asing yang datang ke negara yang dilanda perang itu.

Mereka menginap di hotel lokal yang ditutup untuk tamu sipil.

Sasaran lain dari serangan Rusia adalah sebuah fasilitas di halaman Institut Biologi dan Kedokteran Universitas Nasional Kiev yang dinamai Taras Shevchenko di selatan Kiev.

Beberapa laporan menduga bahwa sistem pertahanan udara Ukraina dikerahkan di daerah tersebut.

Sasaran ketiga serangan Rusia adalah CHP-5 Kiev yang terus-menerus menjadi sasaran pasukan Rusia. Serangan itu mengakibatkan terputusnya pasokan listrik di ibu kota.

Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan salah satu korban luka akibat ledakan itu adalah seorang jurnalis Jepang yang dibawa ke rumah sakit.

Sebuah hotel di selatan pusat kota Kyiv dihantam, dan sebuah bangunan tempat tinggal di distrik lain rusak, menurut pemerintah kota.

Gubernur wilayah sekitar Kyiv, Oleksiy Kuleba, telah memperingatkan kemungkinan serangan rudal yang masuk dan mengatakan pertahanan udara di wilayah itu menyerang sasaran.

“Mereka mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada kita. Tapi kami akan bertahan,” tulis Kuleba di Telegram dalam postingan terpisah setelah ledakan mengguncang ibu kota.

Rusia telah meluncurkan 20 rudal jelajah ke Ukraina pada Sabtu sore. Pasukan Ukraina mengklaim menembak jatuh 12 rudal. Klaim dikemukakan panglima militer Ukraina, Jenderal Valerii Zaluzhnyi.

 

Setidaknya empat warga sipil terluka di provinsi Khmelnytskyi di Ukraina barat, menurut gubernur regional Serhii Hamalii. Enam orang terluka di wilayah selatan Mykolaiv.

Gubernur Mykolaiv Vitaliy Kim menuduh Rusia menargetkan warga sipil lebih dari sekadar menyerang infrastruktur seperti di masa lalu.

“Di banyak kota permukiman, hotel, hanya jalan dan garasi yang terkena dampaknya,” tulisnya di Telegram.

Di wilayah Zaporizhia, dua rumah hancur, dan sekitar delapan rusak.

Gubernur Oleksandr Starukh mengklaim empat orang juga terluka, di antaranya adalah seorang wanita hamil dan seorang gadis berusia 14 tahun.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negaranya tidak akan memaafkan Rusia dan agresinya setelah Moskow melakukan rentetan serangan hanya beberapa jam sebelum Tahun Baru 2023.

“Beberapa gelombang serangan rudal pada Malam Tahun Baru. Rudal melawan orang … Tak seorang pun di dunia ini yang akan memaafkanmu untuk ini. Ukraina tidak akan memaafkan,” kata Zelensky di media sosial.

Perkembangan lainnya Ukraina dan Rusia bertukar tawanan perang untuk menutup  tahun 2022.

Lebih dari 200 tentara yang ditangkap telah dibebaskan oleh Rusia dan Ukraina dalam pertukaran tahanan terbaru antara kedua belah pihak.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 82 tentara Rusia telah dibebaskan oleh Ukraina, Rusia menyerahkan 140 tentara Ukraina.

Beberapa dari 132 pria Ukraina dan delapan wanita yang dibebaskan telah terluka atau berjuang untuk mempertahankan kota pelabuhan Laut Hitam Mariupol dan Pulau Ular.(Tribunjogja.com/Sputniknews/Aljazeera/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved