Konflik Semenanjung Korea

Kim Jong-un Inginkan Rudal Balistik Antarbenua Lebih Baru dan Kuat

Kim Jong-un menginginkan rudal ICBM berkemampuan nuklir yang lebih baru dan kuat dan akan jadi prioritas program pertahanan Korut 2023.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
STR / AFP / KCNA VIA KNS
Kim Jong Un (tengah) berjalan di dekat rudal balistik baru antarbenua (ICBM), Hwasongpho-17 dari pasukan strategis Korea Utara sebelum peluncuran uji coba di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara pada 24 Maret 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM, PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menginginkan negaranya membuat rudal balistik antarbenua (ICBM) baru yang lebih kuat.

Kim Jong-un juga ingin meningkatkan persenjataan nuklirnya di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Menurutnya, Pyongyang membutuhkan kekuatan militer yang luar biasa untuk mempertahankan diri ketika Washington dan Seoul berusaha mengisolasi dan melumpuhkan negaranya.

Kim Jong-un menyebut Seoul sebagai “musuh kita yang tidak diragukan lagi". AS menurut Jong-un mengerahkan asset aset nuklirnya di wilayah Korea Selatan.

Pernyataan keras Kim Jong-un disiarkan kantor berita negara KCNA di pertemuan Partai Buruh Korea (WPK) yang berkuasa, Minggu (1/1/2023).

Baca juga: Tutup Tahun 2022, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur Semenanjung Korea

Baca juga: 5 Drone Korea Utara Terbang Selama 5 Jam di Wilayah Korea Selatan

Baca juga: Rudal Balistik Korea Utara Jatuh di Barat Pulau Hokaido, Begini Respon PM Jepang

Pemimpin Korut itu bersikeras ICBM baru yang mampu melakukan serangan balik nuklir cepat harus dikembangkan oleh Korea Utara.

Kim Jong-un menekankan pentingnya senjata nuklir taktis yang diproduksi secara massal, dengan mengatakan itu akan menjadi orientasi utama strategi pertahanan Korea Utara 2023.

Pyongyang juga berencana untuk meluncurkan satelit militer pertamanya secepat mungkin, dan kini sedang dalam tahap akhir pengembangan.

Pada Sabtu, Kim memuji industri pertahanan negara karena telah mengirimkan 30 peluncur roket multipel super besar 600 mm baru ke jajaran militer.

Dia menggambarkan sistem berkemampuan nuklir sebagai senjata ofensif inti negara itu, yang dapat menyerang di mana saja di Korea Selatan dengan peluncuran yang mengejutkan dan presisi.

“Kami telah menyatakan tekad kami untuk menanggapi dengan nuklir untuk nuklir dan konfrontasi habis-habisan untuk konfrontasi habis-habisan,” kata Kim Hong-un memperingatkan musuh-musuhnya.

Korea Utara melakukan sejumlah uji coba rudal sepanjang 2022, beberapa di antaranya melibatkan tes tembak ICBM.

Korut menembakkan rudal balistik jarak pendek di lepas pantai timurnya pada dini hari tahun baru. Washington dan Seoul mengklaim Korut bersiap untuk uji coba nuklirnya sejak 2017.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol memperingatkan Korea Utara akan melanjutkan provokasi nuklir dan misilnya.

Menurut penjelasan resmi kantor presiden, Yoon bersikeras militer Seoul harus menanggapi tindakan tersebut dengan pembalasan yang jelas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved