Berita DI Yogyakarta Hari Ini

BPPTKG Sebut Lahar Dingin Merapi Sudah Minim Tetapi Berbahaya untuk Aktivitas di Badan Sungai

Warga yang beraktivitas di badan sungai, terutama para pelaku wisata Jip Merapi sebaiknya lebih waspada ketika beroperasi pada musim hujan saat ini.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Tiga jip wisata kejebak aliran di Kali Kuning 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tiga jip wisata lava tour Merapi dikabarkan terjebak lahar dingin di Kali Kuning, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Kamis (29/12/2022) sore.

Jip yang sedang melintas di Kali Kuning tersebut tiba-tiba diterjang aliran sungai yang bercampur lahar gunung Merapi.

Menanggapi hal itu, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) Yogyakarta Agus Budi Santoso, mengatakan dari sisi perspektif ancaman bencana akibat lahar dingin untuk saat ini sudah sangat minim.

Sebab sedimen atau endapan awan panas di puncak Gunung Merapi untuk saat ini sudah berkurang.

Baca juga: 3 Jip Wisata Merapi Terjebak Banjir di Kali Kuning 

"Lahar itu di Merapi sudah minim sekali. Artinya dari sisi perspektif ancaman bencana kepada masyarakat dipemukiman, ya, itu sebenarnya potensi bahanya sudah minim untuk lahar," katanya, dihubungi Kamis (29/12/2022).

Akan tetapi untuk keamanan bagi yang beraktivitas di dekat sungai, Agus belum memastikan.

Sebab lahar dari endapan awan panas itu juga bercampur dengan air yang justru lebih berbahaya apabila arusnya sangat deras.

"Kalau yang beraktivitas di sungai mau ada lahar atau tidak pun berbahaya kalau beraktivitasnya pas musim hujan," terang dia.

Oleh karenanya masyarakat yang beraktivitas di badan sungai, terutama para pelaku wisata Jip Merapi sebaiknya lebih waspada ketika beroperasi pada musim hujan saat ini.

"Ini yang perlu diperhatikan secara umum saja ya, masyarakat yang beraktivitas di badan sungai harus lebih waspada untuk musim hujan seperti saat ini. Dan ditambah lagi kalau di atas masih ada sedimen lahar endapan awan panas, ya itu menambah bahaya juga," tegas Agus.

Terkait aliran lahar dingin, dijelaskan Agus memang yang terancam adalah masyarakat yang beraktivitas di badan sungai.

Baca juga: BREAKING NEWS : Tambang Pasir di Lereng Merapi Longsor, Seorang Warga Dikabarkan Meninggal

Untuk itu dia mengimbau masyarakat agar selalu memantau perkembangan kondisi cuaca di puncak Merapi apabila memang hendak beraktivitas di badan sungai.

"Saran kami kalau memang masih intensif aktivitasnya di sungai ya memantau kondisi cuaca di puncak ya. Jadi yang jelas kalau hujan kan sudah namanya orang, seharusnya punya perhitungan kalau hujan sebaiknya berhenti," ungkapnya.

Tetapi seringnya masyarakat tidak mengetahui jika di kawasan lereng Merapi cerah, namun di puncak Gunung Merapi justru hujan lebat.

"Itu yang jadi masalah. Sehingga saran kami agar teman-teman yang beraktivitas Jip ini untuk memantau kondisi hujan di puncak juga. Dengan selalu mengikuti medsos kami. Kalau ada hujan kami share kemudian kalau bisa lebih dari itu. Kami secara sitemik selalu berkomunikasi dengan pos pengamatan terkait kondisi hujan di sana," ujarnya.

Selain itu dia menegqskan apabila di kawasan lereng Merapi sedang turun hujan, sebaiknya aktivitas di badan sungai dihentikan.

Mengenai rata-rata debit lahar dingin Merapi di Kali Kuning, Agus belum dapat memastikan.

Namun untuk karakteristiknya lahar dingin di Kali Kuning merupakan endapan lama.

"Artinya ini kan semestinya semakin lama semakin sedikit sebenarnya. Juga sebanarnya tidak karena lahar saja mereka terancam ya. Karena banjir juga. saya juga gak tahu apakah yang terjadi hanya banjir biasa atau lahar," ucapnya.

Jika dilakukan asismen, BPPTKG memastikan jika lahar dingin Gunung Merapi tidak akan sampai menimpa pemukiman warga. 

Baca juga: Banjir Lahar Gunung Merapi di Kali Gendol, Satu Armada Truk Terjebak 

Kabid Kedaruratan BPBD Sleman , Bambang Kuntoro, mengatakan supir dan penumpang jip berhasil selamat ketika banjir datang dan menerjang jip yang saat sedang melintas.

"Supir dan penumpang bisa selamat, mereka ya terjebak pada saat banjir," katanya.

Bambang menuturkan, detik-detik peristiwa itu bermula ketika Jip wisata merapi itu membawa wisawatan bermain air di Kali Kuning.

Pada saat itu kondisi di Kali Kuning mulai gerimis, sedangkan di hulu sungai diguyur hujan lebat.

"Kemudian air dari hulu semakin deras hingga menyebabkan tiga mobil jip tidak sempat keluar dari aliran sungai hingga terjebak," tuturnya.

Dia menjelaskan, saat kejadian, para penumpang dan sopirnya berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved