Berita Kesehatan
8 Gejala TBC pada Anak
TBC paling banyak menyerang paru-paru, namun tidak menutup kemungkinan kuman penyebab menyebar ke organ lain di seluruh tubuh.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com - Belakangan, kasus TBC kembali mencuat di tanah air.
Terakhir, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mencatat ada 1.216 kasus TBC yang ditemukan di seluruh fasilitas kesehatan pada bulan Januari sampai November 2022.
Dari 1.216 ada 619 diantaranya adalah kasus TBC anak dan 12 kasus pasien TBC resisten obat.
Dari data tersebut menggambarkan bahwa anak-anak masih berisiko tinggi tertulas TBC .
Baca juga: Angka TBC di Bantul Capai 1.216 Kasus
Pengertian TBC
TBC atau tuberculosis adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis.
TBC paling banyak menyerang paru-paru, namun tidak menutup kemungkinan kuman penyebab menyebar ke organ lain di seluruh tubuh.
Anak-anak adalah kelompok orang yang lebih rentan terkena atau tertular TBC karena cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dibandingkan orang dewasa.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan ada 1 juta anak yang menderita penyakit TBC per tahun.
Karena itu, orangtua perlu tahu apa saja gejala TBC pada anak untuk mencegah pemburukan kondisi si kecil akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Dilansir dari Healthy Children, ada beberapa gejala TBC pada anak, meliputi:
1. Sering demam
Demam yang disebabkan karena TBC umumnya tidak terlalu tinggi.
Namun demikian, demam yang menjadi ciri-ciri TBC terjadi cukup sering sehingga mengganggu aktivitas anak.
2. Kelelahan kronis
Mycobacterium tuberculosis sering terlihat gampang lelah, lesu, dan tidak bersemangat.
Kondisi ini membuat si kecil enggan bermain atau melakukan aktivitas lainnya.
3. Batuk terus-menerus
Batuk terus-menerus juga bisa menjadi gejala TBC pada anak.
Batuk-batuk pada si kecil akibat TBC bisa bertahan hingga lebih dari dua minggu.
4. Lekas marah dan rewel
Anak-anak yang tertular TBC sering mudah marah atau rewel karena merasa tubuhnya tidak fit.
Terlebih saat si kecil mengalami demam atau batuk terus-menerus.
5. Nyeri dada dan sesak napas
TBC terutama menyerang paru-paru sehingga mengakibatkan keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, atau napas menjadi lebih cepat.
6. Berkeringat di malam hari
Anak-anak yang berkeringat di malam hari juga patut dicurigai sebagai tanda-tanda TBC.
Terlebih, jika si kecil tetap berkeringat, meski udara sedang dingin dan sudah menggunakan AC atau kipas angin.
7. Pembengkakan kelenjar getah bening
Pembengkakan kelenjar getah bening pada anak biasanya ditandai dengan adanya benjolan di sekitar leher atau bawah rahang anak.
8. Gangguan tumbuh kembang
TBC mengakibatkan si kecil tidak mengalami kenaikan berat dan tinggi badan dalam dua bulan beruntun.
Napsu makan menurun TBC pada anak juga sering ditandai dengan napsu makan menurun atau gerakan tutup mulut (GTM).
Segera bawa anak ke dokter jika Anda mengetahui si kecil merasakan atau mengeluhkan gejala TBC seperti yang disebutkan di atas.
Penyakit TBC yang dibiarkan akan membuat bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebar melalui aliran darah.
Ketika itu terjadi, TBC akan memengaruhi seluruh organ di dalam tubuh.
Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gulirkan Skrining TBC untuk Pedagang Pasar Tradisional
Diagnosa TBC Dilihat dari Umur Anak
Ada beberapa prosedur untuk mendiagnosis TBC pada anak tergantung pada usianya, yaitu:
- Anak di bawah 2 tahun : melakukan tes kulit tuberkulin.
- Anak di atas 2 tahun: melakukan tes darah TB atau disebut IGRA.
Orangtua perlu membawa anaknya ke dokter spesialis anak atau paru apabila mencurigai ciri-ciri TBC.
Dokter biasanya akan merekomendasikan prosedur paling tepat untuk diagnosis atau pemeriksaan TBC pada anak. (*/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Ciri-ciri TBC pada Anak, Orangtua Perlu Tahu".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/8-Gejala-TBC-pada-Anak.jpg)