Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Diberlakukan di Sleman, Jika Terjadi Kepadatan Kendaraan saat Nataru

Mengantisipasi kepadatan kendaraan, Satlantas Polresta Sleman telah menyiapkan skenario atau rekayasa lalu lintas di beberapa titik.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wisatawan diprediksi akan membanjiri Daerah Istimewa Yogyakarta saat libur Natal dan Tahun Baru 2023.

Mengantisipasi kepadatan kendaraan, Satlantas Polresta Sleman telah menyiapkan skenario atau rekayasa lalu lintas di beberapa titik.

Di antaranya yakni di Prambanan, Tempel maupun Tridadi atau seputar Denggung. 

Kasatlantas Polresta Sleman, AKP Gunawan Setyabudi, mengatakan jika terjadi kepadatan kendaraan di Prambanan karena banyak yang hendak masuk Yogyakarta, biasanya di pagi hari, maka akan ada penyesuaian arus.

Di simpang tiga Prambanan, kendaraan yang menuju ke barat (Yogyakarta) akan diarahkan ke kiri arah Piyungan.

Adapun, jika jalur menuju Barat diperkirakan masih bisa menampung, maka kendaraan akan ditarik lurus ke barat sampai Maguwoharjo, hingga simpang tiga Janti. 

"Di Janti, kalau ke barat (Yogya) masih bisa menampung, maka kita teruskan. Tapi jika sudah tidak bisa menampung, maka kita sesuaikan, dari Janti di arahkan ke selatan," kata Gunawan, Kamis (22/12/2022). 

Selanjutnya, pada sore hari menurut Gunawan, di Prambanan biasanya banyak kendaraan mengarah ke timur menuju Solo.

Jika dari Proliman Jalan Jogja - Solo hingga pos polisi perbatasan Klaten kondisinya stuck, maka akan diberlakukan pengalihan arus.

Dari Proliman kendaraan diarahkan ke Utara. Pengalihan ini diberlakukan bagi minibus dan roda dua.

Sementara bus besar tetap lurus ke timur karena ketika ke utara kontur jalan tidak memungkinkan.

Dari proliman, kendaraan roda dua dan minibus, yang dialihkan ke utara di arahkan menuju simpang tiga Tulung, lalu ke kanan hingga masuk wilayah Klaten. 

"Kami sudah koordinasi dengan Kasatlantas Polres Klaten. Dan rekayasa ini diberlakukan kalau terpaksa ya. Jika masih normal ya kami jalankan normal. Artinya situasional," kata dia. 

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, sebelumnya mengungkapkan berdasarkan rapat bersama Forkopimda di Polresta Sleman disebutkan bahwa libur Nataru tahun ini, secara nasional, ada sekira 44 juta orang yang akan mudik.

Diperkirakan, jumlah orang yang masuk ke DIY ada sekitar 3,4 juta.

Kendati ada juga warga DIY yang diperkirakan keluar daerah, sebesar Rp 0,6 juta orang.

Artinya, masih banyak warga yang masuk. Jumlah sebanyak itu, maka perlu dilakukan antisipasi. 

Pemerintah Kabupaten Sleman menurut dia, telah melakukan pelbagai persiapan menyambut masa libur Nataru.

Satu di antaranya di Dinas Perhubungan dengan mendirikan posko pelayanan dan monitoring arus lalu lintas dan menyiapkan jalur alternatif.

Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas kendaraan menuju obyek wisata karena libur akhir tahun, yang biasanya digunakan oleh sebagian orang untuk pergi ke tempat tempat wisata. 

"Secara fisik Infrastruktur kita sudah siap. Di data tidak ada yang jelek sehingga ini bisa memperlancar arus lalu lintas," kata Danang.

Selain itu, Dinas Perhubungan juga menyiapkan armada angkutan umum laik jalan dan pengendalian arus lalu lintas pada simpang jalan melalui ATCS atau area traffic control sistem.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved