Perang Rusia Vs Ukraina

Dubes Rusia : Pemerintah AS dan Presiden Zelensky Tak  Siap Berdamai

Dubes Rusia di Washington Anantoly Antonov mengatakan pemerintah AS dan Presiden Zelensky tak siap berdamai menyelesaikan konflik Ukraina-Rusia.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Brendan Smialowski / AFP
Presiden AS Joe Biden bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC. Biden berbicara panjang lebar pada 13 Februari 2022 dengan timpalannya dari Ukraina Zelensky tentang pembangunan militer Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina, dengan pasangan tersebut sepakat tentang perlunya mengejar "diplomasi dan pencegahan," kata Gedung Putih. 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON – Duta Besar Rusia di Washington, Anatoly Antonov mengatakan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Washington tidak menginginkan perdamaian dan tidak siap untuk berdamai.

Anatoly Antonov menilai kunjungan spesial Zelensky ke Gedung Putih dan Kongres AS yang difasilitasi Washington Rabu (21/12/2022) dan Kamis (22/12/2022).

"Kunjungan Zelensky ke sini, percakapan di Washington telah menunjukkan baik pemerintah (AS)  maupun Zelensky tidak siap untuk perdamaian," kata Antonov dikutip Russia Today.

"Tesis yang muncul di media Amerika, Rusia tidak tertarik untuk perdamaian adalah salah," katanya, seraya menambahkan posisi Moskow telah berulang kali disuarakan Presiden Rusia.

Kunjungan Volodymyr Zelensky ke AS menurut Antonov menunjukkan pernyataan Washington tentang menghindari konfrontasi langsung dengan Moskow adalah kata-kata kosong.

"Kunjungan kepala rezim Kiev ke Washington, yang dipentaskan dengan gaya Hollywood, pada akhirnya mengkonfirmasi pernyataan pemerintah (AS) tentang kurangnya niat untuk konfrontasi dengan Rusia adalah kalimat kosong," kata Antonov.

Baca juga: Putra Donald Trump Juluki Presiden Zelensky sebagai Ratu Kemakmuran Sejagat

Baca juga: Joe Biden Beri Zelensky Rudal Patriot dan Bom Pintar untuk Perkuat Jet Tempur Ukraina

Baca juga: Presiden Zelensky Klaim Telah Memulai Penaklukan Kembali Wilayah Krimea

Duta Besar Rusia menambahkan kunjungan Zelensky dapat dilihat sebagai pengumuman tentang perlunya membawa konflik Ukraina menuju kemenangan penuh atas Rusia.

“Pada dasarnya, dengan semburan tepuk tangan dan seringai sarkastik, kebutuhan untuk melanjutkan 'perang proksi' melawan negara kami diumumkan,” lanjut Antonov dalam siaran pers yang dibagikan Kedutaan Rusia.

Antonov menambahkan sumber daya kolosal, senjata, dan kemampuan intelijen sedang diupayakan. dilontarkan untuk mencapai ini.

Gagasan gila tentang mengalahkan Rusia di medan perang ada di garis depan. Beberapa anggota parlemen bahkan mengklaim Federasi Rusia dapat ditaklukkan dalam tiga hari.

Anatoly Antonov, setelah Washington mengumumkan pengiriman sistem pertahanan rudal Patriot ke Kiev, mengatakan militer Rusia secara sistematis menghancurkan senjata barat di Ukraina.

"Di sini (di Washington), mereka tidak bisa tidak menyadari senjata barat dihancurkan secara sistematis oleh militer kami," kata Antonov.

Antonov mengatakan sistem rudal Patriot akan dikirim ke Ukraina meskipun ada peringatan dari Moskow.

Ia juga memperingatkan kemungkinan spesialis barat akan mengoperasikan sistem yang tidak dimiliki orang Ukraina itu di medan pertempuran.

"Saya pikir semua orang sangat menyadari nasib yang mungkin menanti personel yang akan mengoperasikan sistem ini di Ukraina," kata Antonov.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved