Berita Gunungkidul Hari Ini

Sumur Bor Terkendala Solar, Lahan Pertanian di Playen Terancam

Lahan pertanian di Pedukuhan Jatisari, Kalurahan Playen, Playen, Gunungkidul terancam tak teraliri air.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Kondisi lahan pertanian di Pedukuhan Jatisari, Playen, Gunungkidul. Lahan pertanian terancam kekeringan lantaran sumur bor tak berfungsi akibat terkendala solar. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Lahan pertanian di Pedukuhan Jatisari, Kalurahan Playen, Playen, Gunungkidul terancam tak teraliri air.

Pasalnya, sumur bor untuk irigasi sedang tidak berfungsi lantaran terkendala solar.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Jatisari, Wasiman mengatakan kondisi ini terjadi setidaknya sejak November 2022.

"Saat itu kuota pembelian solar bersubsidi habis," katanya pada wartawan, Rabu (21/12/2022).

Baca juga: Atasi Kekeringan, Pemkab Sleman Akan Bantu Petani Buat Sumur Dangkal di Ladang 

Menurut Wasiman, setiap bulan kelompoknya mendapat kuota solar bersubsidi sekitar 400 liter.

Penebusannya dilakukan di SPBU terdekat.

Pihaknya juga harus mengantongi rekomendasi untuk bisa menebus solar bersubsidi tersebut.

Namun hingga kini rekomendasi itu juga tak kunjung turun.

"Alhasil kami kesulitan membeli solar bersubsidi untuk mesin sumur bor," ujar Wasiman.

Kelompoknya kini terpaksa membeli solar dari warga yang memiliki kendaraan diesel.

Opsi ini dilakukan demi mengantisipasi kekeringan di lahan pertanian .

Menurut Wasiman, untuk operasional sumur bor membutuhkan 6 liter solar per jam.

Sedangkan sumur bor beroperasi sekitar 10 jam dalam sehari.

Baca juga: Lahan Seluas 1.000 Meter Diusulkan untuk Relokasi Rumah Korban Longsor Semin Gunungkidul

"Kami harap segera ada solusi dan kejelasan dari masalah ini," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul , Rismiyadi mengaku sudah mengetahui masalah tersebut. Ia mengklaim sudah menerbitkan rekomendasinya.

Namun ia tak menampik proses penerbitan rekomendasi terbilang panjang.

Sesuai prosedur dibutuhkan waktu sekitar 14 hari kerja.

"Jadi rekomendasinya sudah ada, kelompok tinggal mengambilnya di kami," jelas Rismiyadi.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved