Politik Global

Medvedev Ke Beijing Bawa Pesan Pribadi Putin ke Presiden China Xi Jinping

Deputi Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitri Medvedev bertemu Presiden China Xi Jinping dan menyampaikan pesan pribadi Vladimir Putin.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP via BBC
Presiden China Xi Jinping ketika berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke Moskwa pada Rabu (5/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIJING – Mantan Presiden Rusia Dmitri Medvedev berkunjung ke Beijing, membawa pesan pribadi Presiden Vladimir Putin ke Presiden China Xi Jinping.

Kantor berita Xinhua mengatakan pesan itu berisi salam ramah dan harapan terbaik untuk Xi, yang meminta tamunya untuk menyampaikan tanggapannya yang setimpal kepada pemimpin Rusia.

Dalam sebuah pernyataan singkat tentang sifat pertemuan itu, Medvedev mengatakan dia dan tuan rumah China membahas kerja sama intra-partai.

Xi Jinping terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis China pada Oktober. Medvedev memimpin Partai Rusia Bersatu yang kini berkuasa di Rusia.

Kedua pejabat tersebut juga membahas hubungan bilateral antara China dan Rusia serta urusan internasional, termasuk krisis di Ukraina.

Presiden China Xi Jinping memuji kontak kedua pihak sebagai platform unik untuk membangun kepercayaan politik antarnegara.

Baca juga: Presiden Xi Jinping Ceramahi Trudeau yang Dianggap Bocorkan Pembicaraan Mereka

Baca juga: Dmitri Medvedev : Jerman Sudah Bertindak Memusuhi Rusia

Baca juga: Segera Sambut Presiden Xi Jinping, Arab Saudi Bakal Tinggalkan Dominasi AS

Berbicara tentang situasi di Ukraina, Xi Jinping mengulangi seruan China kepada semua pihak untuk menahan diri.

China juga mendesak resolusi damai. Dia menyatakan harapan konflik dapat diakhiri melalui cara-cara politik.

Menurut Xinhua, Medvedev mengatakan masalah Rusia-Ukraina tetap rumit tetapi Moskow bersedia menyelesaikannya melalui pembicaraan damai.

Hubungan China-Rusia mengalami pasang surut. Dinamika tinggi, tapi cenderung relatif baik sesudah bubarnya Uni Soviet yang komunis.

Di sektor bisnis, pasokan gas alam dari Rusia ke China kini dilaporkan meningkat 173 persen dalam 10 bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama 2021.

Laporan diungkapkan Duta Besar China untuk Moskow, Zhang Hanhui.

Beijing memastikan siap terus bekerja sama dengan Moskow, menjamin pasokan gas dari jalur pipa Power of Siberia akan mencapai kapasitas yang diproyeksikan sesegera mungkin.

Dia menambahkan China juga ingin melihat implementasi yang lebih cepat dari proyek pipa gas Rusia-Mongolia-China.

“Di tengah situasi saat ini, cakrawala kerja sama baru Rusia-Tiongkok sedang ditunjukkan,” kata diplomat itu dalam pidatonya di forum ‘Gas Rusia 2022 – Beralih ke Timur’.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved