Berita Internasional
New York Times Diguncang Aksi Mogok Kerja, Karyawan Tuntut Gaji $65.000 AS per tahun
Dalam aksi yang digelar pada Kamis (8/12/2022) kemarin, ada 1.100 karyawan yang mogok kerja. Mereka menuntut gaji sebesar 65.000 dolar AS per tahun
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON – Ribuan karyawan New York Times menggelar aksi mogok kerja untuk menuntut kenaikan gaji.
Dalam aksi yang digelar pada Kamis (8/12/2022) kemarin itu, ada 1.100 karyawan yang mogok kerja.
Mereka menuntut gaji sebesar 65.000 dolar AS per tahun.
Sementara batas gaji dari perusahaan sebesar 45.000 dolar AS per tahun.
Ribuan karyawan itu memutuskan untuk menggelar aksi mogok kerja setelah sebelumnya melakukan perundingan dengan pihak perusahaan.
Namun karena tawar-menawar besaran gaji berjalan berlarut-larut sejak kontrak karyawan di serikat pekerja NewsGuild berakhir pada Maret 2021 lalu, para karyawan akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi mogok kerja.
Adapun, aksi mogok kerja itu menandai pertama kalinya karyawan New York Times berpartisipasi dalam penghentian kerja sejak awal 1980-an dan terjadi di tengah gerakan buruh yang berkembang di seluruh Amerika Serikat di mana karyawan dari perusahaan seperti Amazon, Starbucks dan Apple telah mengorganisir dalam upaya untuk melawan apa yang mereka katakan sebagai praktik ketenagakerjaan yang tidak adil.
"Hari ini kami siap untuk bekerja selama yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang adil, tetapi manajemen meninggalkan meja dengan sisa waktu lima jam," tweet serikat pekerja New York Times pada Rabu (7/12/2022).
Sementara itu pihak The New York Times menyebut aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para karyawan merupakan tindakan yang ekstrem.
Padahal, pihak perusahaan masih membuka peluang untuk berdiskusi.
"Sangat mengecewakan bahwa mereka mengambil tindakan ekstrem ketika kami tidak berada di jalan buntu," kata perusahaan itu.
Sementara itu, Nick Confessore, seorang koresponden politik di surat kabar itu, mengatakan kepada Guardian bahwa aksi pemogokan terasa seperti "berkabung".
“Tugas kami adalah meliput berita ini,” kata Nick.
Baca juga: Spanduk Bergambar Ganjar-Erick di Sepanjang Jalan Jogja-Solo Dicopot Satpol PP Klaten
“Hari ini, saya mundur dari keyboard saya, karena saya merasa bahwa untuk membangun New York Times yang dapat melayani pembaca kami dengan sebaik-baiknya di masa depan, kami membutuhkan kesepakatan yang lebih baik dengan orang-orang yang ada di sini,” imbuhnya.
Adapun, Dana Goldstein, seorang koresponden domestik yang telah bekerja di perusahaan selama enam tahun, mengatakan kenaikan upah yang ditawarkan "mengecewakan", terutama pada saat PHK melanda industri berita dan ekonomi AS sedang terpukul oleh inflasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kisah-blanche-monnier_2_20180119_172557.jpg)