Misteri Satu Keluarga Meninggal Terungkap, Inilah Temuan Polisi

Kasus kematian satu keluarga di sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat kini mulai menemukan babak baru. 

Editor: ribut raharjo
KOMPAS.COM/ZINTAN PRIHATINI
Polisi dan tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Kalideres, Jakarta Barat pada Rabu (16/11/2022). Upaya ini dilakukan guna menyelidiki kasus tewasnya satu keluarga secara misterius. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kasus kematian satu keluarga di sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat kini mulai menemukan babak baru. 

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengklaim telah berhasil menemukan penyebab kematian keempat korban tewas.

"Hasil analisa dan evaluasi hari ini antara tim penyidik bersama tim gabungan ahli kedokteran forensik dan laboratorium forensik sudah ditemukan sebab-sebab kematian. Didukung fakta-fakta yang scientifik," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (6/12/2022).

Hengki menerangkan kesimpulan penyebab kematian itu berdasarkan pada kecocokan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh para ahli, baik psikologi forensik hingga kedokteran forensik.

"Dari tim psikologi forensik juga ditemukan fakta-fakta yang ternyata mendukung temuan dari tim kedokteran forensik. Termasuk penyelidikan lain berupa digital forensik dan penyelidikan konvensional yang lain yang dilakukan oleh penyidik," tuturnya.

Dalam temuannya, kata Hengki, polisi menduga telah terjadi aktivitas ritual tertentu yang dilakukan satu keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat itu.

Dugaan tersebut berdasarkan temuan seperti berupa mantra, buku agama, dan kemenyan dalam rumah. Terbaru, penyidik juga menemukan buli-buli atau klentingan yang ada di TKP.

"Dari TKP terakhir kami temukan ada namanya buli-buli ataupun klentingan. Buli-buli silakan cari sendiri apa itu, ataupun klentingan," kata Hengki.

Buli-buli adalah sejenis gentong kecil yang terbuat dari tanah. Hengki menduga buli-buli atau klentingan itulah yang dipakai satu keluarga tersebut dalam melaksanakan prosesi ritual mereka.

Diketahui, temuan polisi menyatakan salah satu korban tewas atas nama Budiyanto disebut kerap atau aktif melakukan sebuah ritual.

"Ini salah satu dugaan kita dari tim psikologi forensik merupakan salah satu yang dianggap benda-benda yang digunakan untuk ritual," ujarnya.

Meski demikian, Hengki menuturkan temuan buli-buli itu tidak dapat ditindaklanjuti kepolisian. Dia beralasan pihaknya hanya akan menindaklanjuti jika ada unsur pidana dalam kasus ini.

"(Buli-buli) tidak ada kaitannya dengan tugas kami. Tugas kami hanya menentukan ada pidana atau tidak. Secara psikologis perilaku dan sebagainya akan dijelaskan oleh psikologi forensik," pungkasnya.

Hengki belum mau membeberkan secara gamblang temuan hasil penyelidikan terkait penyebab kematian satu keluarga tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved