Perangkat STB di Gunungkidul Mulai Langka Akibat Diburu Warga, Harganya pun Ikut Naik

Per unit STB dari yang sebelumnya di kisaran Rp150 ribu hingga Rp250 ribu, kini melonjak antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
infokomputer.grid.id/
Set Top Box TV Digital 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Terhitung sejak Jumat (02/12/2022) tengah malam, siaran televisi (TV) analog wilayah DIY-Jawa Tengah (Jateng) resmi beralih ke digital.

Siaran televisi digital baru bisa dinikmati dengan alat Set Top Box (STB).

Transaksi jual-beli STB pun ikut terpengaruh. Tak terkecuali bagi warga Gunungkidul, yang kini kesulitan mendapatkan unit STB di pasaran.

Ulfa, warga Playen misalnya, hingga kini tidak bisa menikmati tayangan TV. Pasalnya ia belum membeli unit STB.

"Sebagian tetangga saya juga seperti itu, sekarang jadi tidak bisa menonton TV," tuturnya dihubungi pada Minggu (04/12/2022).

Ulfa mengatakan warga akhirnya jadi berburu STB di toko-toko elektronik. Namun hal itu justru menyebabkan kelangkaan.

Alhasil, harga per unit STB juga ikut terkerek.

Sebab persediaan yang ada di pasaran tidak sebanding dengan tingginya permintaan.

"Sekarang bingung karena tidak bisa menonton TV," ujar Ulfa.

Putri, warga Semanu mengungkapkan jika keluarganya sudah berupaya mencari STB di berbagai toko.

Namun hasilnya nihil alias sudah habis terjual.

Ia juga mengeluhkan harganya yang jadi naik karena jadi barang buruan.

Per unit STB dari yang sebelumnya di kisaran Rp150 ribu hingga Rp250 ribu, kini melonjak antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu.

"Padahal saya sekeluarga perlu setidaknya 3 unit STB agar bisa menonton TV," kata Putri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved