Calon Panglima TNI

Bikin Adem, Pimpinan Polri, TNI AU dan AD Dampingi Yudo Margono Jalani Fit and Propert Test di DPR

Dalam fit and propert test tersebut, Yudo Margono didampingi tiga pucuk pimpinan dari TNI AU, TNI AD dan Polri.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
dok.istimewa/ tribunnews
KSAL Laksamana Yudo Margono 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemandangan berbeda terlihat saat Laksamana Yudo Margono menjalani fit and propert test calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI pada Jumat (2/11/2022) kemarin.

Dalam fit and propert test tersebut, Yudo Margono didampingi tiga pucuk pimpinan dari TNI AU, TNI AD dan Polri.

Yudo Margono datang ke gedung DPR bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Kekompakan pucuk pimpinan Polri, TNI AL, TNI AU dan TNI AD ini mengisyaratkan kekompakan antara TNI Polri dalam menghadapi tantangan kedepan, terutama jelang tahun politik Pmilu 2024.

Laksamana Yudo Margono sendiri telah disetujui oleh Komisi I DPR RI menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan memasuki masa pensiun pada 21 Desember mendatang.

Hasil dari fit and propert test ini selanjutnya akan dibawa oleh pimpinan Komisi I ke Rapat Paripurna DPR.

Kekompakan ketiga pucuk pimpinan ketiga matra dan kepolisian ini tentunya menjadi pemadangan yang indah.

Bahkan pemandangan ini baru pertama kali terlihat di era Presiden Joko Widodo selama dua periode kepemimpinannya.

Diketahui, selama masa kepemimpinannya, Jokowi sudah tiga kali melantik panglima TNI, yaitu Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto, dan Jenderal Andika Perkasa.

Baca juga: Pernyataan Komisi I DPR saat Putuskan Menyetujui Laksamana Yudo Margono Sebagai Panglima TNI

Namun ketika ketiganya mengikuti fit and proper test, tak terlihat kapolri yang mendampingi mereka ke DPR.

Laksamana Yudo Margono mengungkapkan kehadiran tiga pucuk pimpinan TNI dan Polri saat dirinya menjalani fit and propert test ini merupakan bentuk kesolidan antara TNI dan Polri.

Menurut jenderal kelahiran Madiun ini, kerja sama semua pihak, terutama TNI Polri sangat diperlukan untuk menanggulangi ancaman dan menjaga keamanan masyarakat.

Oleh karenanya, ia mengatakan bahwa soliditas TNI-Polri merupakan hal yang mutlak dilakukan.

Bahkan, ia sempat berseloroh bahwa soliditas TNI-Polri sebenarnya sudah ia bangun sejak tahun 1991.

"Sinergi TNI-Polri sudah tidak diragukan lagi karena istri saya seorang anggota Polri. Kami sudah sinergi sejak tahun 1991," ucap Yudo sembari menunjukkan foto dirinya bersama istrinya pada layar presentasi seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved