Politik Malaysia

Profil Anwar Ibrahim, Politikus Veteran yang Pernah Dipenjara Mahathir Mohammad

Profil Anwar Ibrahim dikenal luas sebagai politisi kawakan, murid Mahathir Mohammad dan pendiri kelompok oposisi Malaysia.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
MALAY MAIL
Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim, guru dan murid politiknya yang sama-sama pernah memimpin Malaysia. Anwar Ibrahim kembali akan memimpin pemerintahan Malaysia di tengah hasil Pemilu 2022 yang tidak menghasilkan kekuatan mayoritas. 

Anwar Ibrahim membentuk Angkatan Belia Islam Malaysia dan menjadi presiden organisasi itu hingga 1982.

Selain itu dia aktif dalam kegiatan organisasi non-pemerintah termasuk Majelis Belia Malaysia. Krisis ekonomi dan jatuhnya harga karet membuatnya turun  ke jalan.

Ia memimpin demonstrasi anti-kemiskinan di Baling pada 1974 yang menyebabkannya ditahan selama dua tahun di bawah aturan Internal Security Act (ISA) yang represif.  

Ketika mendirikan dan membesarkan ABIM telah memiliki anggota sebanyak 50.000 orang, yang kedua terbanyak setelah Pemuda UMNO.

Di tingkat internasional, Anwar Ibrahim menerima Medali Ulama Eqbal Seratus Tahun dari Presiden Pakistan Zia Ul- Haq pada 1970, dan jadi Anggota Kelompok Penasehat Muda PBB pada 1973.

Di forum global, Anwar Ibrahim juga dikenal penentang keras invasi Rusia ke Afganistan pada 1979. Ia memimpin aksi demo 40 ribu orang ke Kedubes Rusia di Kualalumpur.

Anwar mengunjungi perbatasan Rusia untuk meninjau situasi di Afganistan dan menyerahkan sebanyak 50.000 ringgit Malaysia kepada pejuang Afganistan.

Di kesempatan itu, Anwar Ibrahim bertemu tokoh mujahidin, seperti Gulbudin Hekmatayar dan Burhanuddin Rabbani, pemimpin Partai Jamiat El-Islami.

Anwar Ibrahim pernah dilantik sebagai Presiden UNESCO (1989-1991) dan menjadi salah seorang pendiri Institut Pemikiran Islam Antarabangsa (IIIT) di Washington.

Di pemerintahan, Anwar Ibrahim secara tidak langsung ditarik masuk oleh Mahathir Mohammad yang juga jadi mentornya di politik.

Ia pertama kali menduduki jabatan Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Wakil Menteri di dalam cabinet pada 1982.

Anwar Ibrahim menjadi Anggota Jemaah Menteri (Anggota Kabinet) pada 1983 ketika dilantik sebagai Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan (Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga).

Kemudian menjabat beberapa jabatan kabinet sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Maret 1991.

Pada 2 September 1998, Anwar Ibrahim diberhentikan dari jabatannya Wakil Perdana Menteri Malaysia.

Tidak lama kemudian, Anwar bersama dengan pendukungnya menyerukan gerakan reformasi. Demonstrasi massa dilakukan untuk menentang pemerintahan Barisan Nasional.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved