Politik Internasional

Industri Otomotif Iran Kapalkan Ribuan Mobil ke Venezuela

Industri otomotif Iran mengekspor 2.000 mobil dari rencana ekspor 100.000 unit mobil ke Venezuela.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
IST
Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Venezuela menjalini hubungan kuat dengan Iran sebagai sesama negara yang mendapat sanksi bertubi-tubi dari AS dan sekutunya. 

TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Iran mengekspor 2.000 mobil ke Venezuela sebagai indikasi lebih lanjut pertumbuhan perdagangan antara kedua negara di luar sektor energi.

Pelepasan ekspor mobil itu dilakukan di Pelabuhan Bandar Abbas dihadiri Menteri Transportasi Venezuela Ramón Velásquez. Target ekpor mobil dari Iran ke Venezuela adalah 100 ribu unit.

Pengiriman pertama 1.000 mobil model Saina dan Quik yang dibuat perusahaan Iran SADRA. Kapal kargo pembawa mobil itu kini dalam perjalanan menuju Venezuela.

"Kami setuju untuk mengekspor lebih dari 100.000 mobil dari Iran ke Venezuela dalam waktu lima tahun," kata Kepala Biro Amerika dari Organisasi Promosi Perdagangan Iran, Zahra Abiri, dikutip kantor berita Tasnim, Rabu (23/11/2022).

Baca juga: Presiden Kuba Puji Iran Patahkan Blokade Laut AS Terhadap Venezuela

Baca juga: Presiden Venezuela Nicolas Maduro Tuding Guaido dan Godreau Bersekongkol di Gedung Putih

Baca juga: Kapal Tanker Pertama Iran Tiba Selamat di Venezuela, Disambut Kapal Perang dan Pujian Dubes Iran

Baik Iran maupun Venezuela mendapat sanksi keras dari AS, dan situasi itu justru telah mendekatkan hubungan kedua negara.

Iran secara teratur mengirim minyak ke Venezuela yang dilanda krisis, dan juga memuat minyak Venezuela untuk dijual ke luar negeri.

Venezuela kaya akan minyak, tetapi industri kilangnya telah hancur. Negara itu mengumumkan pada Februari dimulainya penerbangan langsung antara Teheran dan Caracas.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengunjungi Iran pada Juni 2022 selama perjalanannya ke kawasan itu. Kedua negara menandatangani rencana kerja sama 20 tahun.

Abiri mengatakan dalam dokumen perjanjian 20 tahun, kerjasama paling cepat antara kedua belah pihak telah direncanakan untuk dua tahun ke depan.

“Iran dan Venezuela berada di bawah sanksi AS. Keduanya adalah anggota OPEC dan dapat bekerja sama secara efektif untuk menetralisir sanksi,” katanya.

“Venezuela memiliki lebih dari 33 juta hektare lahan subur dengan banyak air,” tambahnya. Iran dapat menggunakan potensi budidaya di luar negeri dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangannya.

Abiri menyinggung kontrak energi Iran untuk meningkatkan sistem kelistrikan Venezuela, pengiriman obat-obatan, terutama untuk penyembuhan kanker, pertukaran kerjasama ilmiah dan investasi lebih dari 40 perusahaan Iran di Venezuela.

Pada Selasa, pejabat Iran lainnya mengatakan Venezuela telah menandatangani nota kesepahaman dengan Iran untuk membantu memulihkan 10.000 megawatt pembangkit listrik di negara itu.

Perjanjian tersebut akan diambil selama kunjungan yang direncanakan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf ke Venezuela.

Hal ini dikemukakan CEO Perusahaan Perbaikan Pembangkit Listrik Iran Massoud Moradi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved