Konflik Semenanjung Korea

Adik Kim Jong-un Kecam Korsel, Sebut Presiden Yoon Suk-yeol Ideot

Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengecam Presiden Korsel sebagai ideot karena membebek begitu saja ke Amerika.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
DOK. Asia News
Kim Jong-un didampingi adik perempuannya Kim Yo-jong (kanan) yang memiliki kekuasaan terkuat kedua setelah kakaknya. Kim Yo-jong mengecam Korea Selatan menyusul latihan militer gabungan dengan AS pekan lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, PYONGYANG - Korea Selatan berisiko memperburuk ketegangan di kawasan itu dengan mengikuti begitu saja apa kata AS.

Peringatan itu disampaikan Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Yo-jong juga seorang pejabat senior pemerintah dan sangat berpengaruh.

Dia mengecam Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol dan pemerintahnya. Kim Yo-jong menyebut mereka "idiot" karena memberi isyarat Seoul dapat menjatuhkan sanksi baru kepada Korea Utara.

"Begitu AS berbicara tentang sanksi independent terhadap DPRK, Korea Selatan menirukan apa yang dikatakan sebelumnya," kata Kim.

Baca juga: Peran Kim Yo-jong Makin Penting, Adik Kim Jong Un Ini Disebut Beraksi Seperti Polisi Beringas

Baca juga: Kim Yo-jong, Ivanka dari Korea Utara yang Makin Berkuasa

Baca juga: Korea Utara dan Korea Selatan Saling Balas Tembakan Artileri di Lepas Pantai Barat, Ini Penyebabnya

Pernyataan Kim Yo-jong dirilis oleh kantor berita negara Korea Utara, KCNA dikutip Rusia Today, Kamis (24/11/2022). Dia lebih lanjut mencela Korea Selatan sebagai "anjing dan antek AS yang setia."

Kecaman itu muncul setelah Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan sedang mempertimbangkan sanksi tambahan ke Korut.

Sanksi itu tanggapan atas rentetan peluru dan rudal balistik yang ditembakkan oleh Pyongyang selama latihan militer yang digelar Korsel dan AS.

"Jika mereka berpikir mereka dapat melarikan diri dari situasi berbahaya saat ini melalui 'sanksi', mereka pasti benar-benar idiot karena mereka tidak tahu bagaimana hidup dalam damai dan nyaman," kata Kim Yo-jong dikutip KCNA.

“Saya bertanya-tanya mengapa orang Korea Selatan masih tetap menjadi penonton pasif atas tindakan pemerintah Yoon Suk-yeol dan idiot lainnya yang terus menciptakan situasi berbahaya,” lanjut Yo-jong.

Kim Yo-jong yang dikenal sangat dekat dengan kakaknya, memperingatkan pembatasan lebih lanjut pada Pyongyang akan "menambah bahan bakar permusuhan yang terakhir".

Kim Yo Jong menyalahkan Korea Selatan, beri peringatan bakal membalas
Kim Yo Jong menyalahkan Korea Selatan, beri peringatan bakal membalas (DOK. Film Daily)

Sanksi itu akan jadi jerat terakhir untuk Washington dan Seoul. Pejabat Korea Selatan, bersama dengan AS dan Jepang, menuduh Korea Utara memicu ketegangan di kawasan itu.

Rosemary DiCarlo, pejabat tinggi perdamaian PBB, menggambarkan peluncuran rudal selama Latihan gabungan AS-Korsel itu sebagai kegiatan yang mengkhawatirkan.

Eskalasi terjadi selama beberapa latihan militer gabungan AS-Korea Selatan, yang dianggap Pyongyang sebagai ancaman bagi keamanannya.

Angkatan Udara AS mengerahkan kembali pembom strategis B-1B Lancer ke Semenanjung Korea pada Sabtu. Sementara jet tempur Korea Selatan berlatih menyerang peluncur rudal Korea Utara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved