Peran Kim Yo-jong Makin Penting, Adik Kim Jong Un Ini Disebut Beraksi Seperti Polisi Beringas

Sosok Kim Yo-jong mendapat sorotan luas media dan para diplomat dua bulan lalu. Ia disebut menggantikan peran Kim Jong-un.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Yonhap/AFP
Kim Yo Jong mendapat pengawalan ketat ketika mendarat di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, Jumat (9/2/2018). Kim Yo Jong merupakan salah satu figur berpengaruh di Korea Utara, serta berstatus adik sang pemimpin saat ini, Kim Jong Un. 

TRIBUNJOGJA.COM, SEOUL - Kim Yo-jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-un disebut mendapatkan peran yang makin penting.

Ia memimpin kontak hubungan dengan Korea Selatan, sebelum berakhir mengejutkan, Selasa (9/6/2020).

Korut menutup semua akses komunikasi dengan Seoul. Pernyataan resmi Pyongyang diberitakan kantor berita KCNA.

Sosok Kim Yo-jong mendapat sorotan luas media dan para diplomat dua bulan lalu. Ia disebut menggantikan peran Kim Jong-un.

BREAKING NEWS: Dipicu Aksi Para Pembelot, Korut Hentikan Semua Komunikasi dengan Korsel

Desas-desus bermula ketika Jong-un tidak muncul di hadapan publik dan acara penting peringatan kelahiran kakeknya.

Kim Yo Jong tampak berada di samping kanan kakaknya, Kim Jong Un, yang kini adalah pemimpin tertinggi Korea Utara.
Kim Yo Jong tampak berada di samping kanan kakaknya, Kim Jong Un, yang kini adalah pemimpin tertinggi Korea Utara. (KCTV/Daily Star)

Jong-un bahkan dikabarkan sakit parah dan bahkan meninggal, atau ia telah digulingkan dalam kudeta. Yo-jong disebut telah menggantikannya.

Surat kabar terkemuka Korsel, The Chosun Ilbo, mengutip sumber-sumber dalam pemerintah negara itu, Yo-jong telah diberi mandat khusus.

Menurut surat kabar itu, Kim Jong-un secara pribadi telah menugaskan adiknya ke sebuah peran yang sebelumnya dilakukan oleh komite partai pemerintah Korea Utara untuk memodernisasi pemerintah.

Salah satu indikasinya, wanita berusia pertengahan tiga puluhan, kini mengendalikan hubungan Pyongyang dengan tetangganya di selatan.

Ia disebut membajak Departemen Front Bersatu, sebuah komisi yang ditugaskan untuk hubungan dengan Korea Selatan, menyusul peringatan yang dibuat Yo-jong baru-baru ini.

Peringatan yang dipermasalahkan adalah komentar Kim Yo-jong tentang aktivis Korea Selatan yang mengirim selebaran propaganda melintasi perbatasan ke Korea Utara dengan bantuan balon.

Kim Yo-jong mengancam akan menutup Kantor Penghubung Antar-Korea yang berfungsi sebagai kedutaan de-facto.

Korut dan Korsel tidak memiliki hubungan diplomatik dan saluran komunikasi antara kedua negara.

Kim Yo-jong memperingatkan, langkah pemutusan komunikasi akan dilakukan jika pemerintah Seoul gagal menghentikan aktivis mengirim selebaran ke DPRK.

Sumber pemerintah Seoul yang enggan disebut namanya kepada Chosun Ilbo mengatakan, pernyataan Kim Yo-jong itu diperlakukan sebagai arahan dari pemimpin.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved