Perang Rusia Ukraina

Presiden Polandia Kena Telepon Prank, Penelepon Mengaku Presiden Prancis

Dua komedian Rusia membuat panggilan telepon iseng ke Presiden Polandia Andrzej Duda. Dalam telepon iseng itu mereka mengaku Presiden Prancis.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
EMMANUEL MACRON / TWITTER / AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dua orang komedian Rusia mengaku sebagai Macron dan membuat telepon iseng ke Presiden Polandia Andrzej Duda. Rekaman percakapan prank itu dipublikasikan ke media. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan dia sangat berhati-hati untuk menghindari perang dengan Rusia.

Pengakuan itu muncul saat panggilan telepon dengan orang iseng (prankster) Rusia yang menyamar sebagai Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Percakapan dengan prankster Rusia Vovan dan Lexus terjadi Selasa (15/11/2022), pada hari yang sama ketika sebuah rudal meledak di sebuah desa Polandia dekat perbatasan Ukraina.

Sementara media barat dan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky tergesa-gesa menyalahkan Rusia, pejabat Polandia, AS, dan Uni Eropa segera mengatakan rudal itu milik Ukraina.

Baca juga: Zelensky Berbohong, Ledakan Rudal di Polandia Bisa Rusak Kepercayaan NATO

Baca juga: Scott Ritter : Rudal ke Polandia dari Ukraina Tapi NATO Tetap Salahkan Rusia

Baca juga: Rusia Pastikan Rudal yang Hantam Polandia Ditembakkan Militer Ukraina

“Percayalah, aku sangat berhati-hati. Saya tidak menuduh Rusia. Emmanuel, ini perang. Saya pikir kedua belah pihak akan saling menyalahkan dalam perang ini,” kata Duda kepada Macron palsu dalam rekaman audio, yang dirilis oleh Vovan dan Lexus di acara mereka di platform Rusia RuTube.

Eskalasi antara NATO dan Rusia bukan untuk kepentingan Polandia atau seluruh aliansi militer pimpinan AS.

“Emmanuel, Anda pikir saya perlu perang dengan Rusia? Tidak, saya tidak menginginkan itu. Saya tidak ingin perang dengan Rusia. Saya sangat berhati-hati. Percayalah, saya sangat berhati-hati,” kata pemimpin Polandia itu.

Kantor Duda kemudian menulis di Twitter, mengklarifikasi telepon iseng yang diterima Duda.

"Setelah ledakan rudal di Przewodow, selama panggilan yang sedang berlangsung dengan kepala negara dan pemerintahan, seseorang yang mengaku sebagai Presiden Prancis Emmanuel Macron terhubung."

"Dalam percakapan itu, Presiden Andrzej Duda menyadari dari cara yang tidak biasa lawan bicara melakukan percakapan bahwa mungkin ada upaya tipuan dan mengakhiri percakapan."

Kantor Duda sedang menyelidiki bagaimana penelepon berhasil menghubunginya bersama dengan layanan terkait.

Beberapa jam setelah rudal menghantam desa Polandia Przewodow, Duda mengatakan rudal "buatan Rusia" terlibat tetapi tidak menyalahkan Moskow.

Dia, bersama pejabat AS dan Uni Eropa, kemudian mengakui bahwa itu adalah rudal pertahanan udara Ukraina yang menyimpang dari jalurnya di tengah serangkaian serangan udara Rusia.

Orang iseng (prankster) yang bernama asli Vladimir Kuznetsov dan Alexey Stolyarov ini sebelumnya telah berhasil mengelabui sejumlah tokoh top.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved