Perang Rusia Ukraina

Rusia Klaim Eksekutor Tawanan Perang Rusia Dilatih Pasukan NATO

Rusia mengutip keterangan bekas tentara Ukraina menyatakan pasukan Ukraina yang membunuh tawanan perang Rusia dilatih pasukan NATO.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TASS
Armada tempur Rusia sedang berlatih di dekat perbatasan dengan Ukraina sebelum pecah perang 24 Februari 2022. Tentara Ukraina dilaporkan mengeksekusi tawanan perang Rusia di wilayah Lugansk. 

Sementara pejabat AS terkesan meremehkan peristiwa eksekusi tawanan perang Rusia di Ukraina yang diduga masuk kategori kejahatan perang.

Utusan Washington untuk kejahatan perang, Beth Van Schaack, mengaku telah melihat video yang menunjukkan eksekusi tawanan, tapi mengklaim Rusia telah melakukan yang lebih buruk

Sementara mengakui keprihatinan atas video yang menunjukkan pasukan Ukraina mengeksekusi tentara Rusia yang ditangkap, ia berpendapat tuduhan terhadap pasukan Kiev tidak ada artinya.

"Kami jelas menyimak cukup dekat," kata Beth Van Schaack. “Sangat penting untuk menekankan hukum perang berlaku untuk semua pihak secara setara, baik negara agresor maupun negara pembela, dan ini dalam ukuran yang sama,” katanya.

Namun, Van Schaack menambahkan, ketika menyangkut perang di Ukraina, di situlah kesetaraan berakhir.

“Ketika kita melihat skala kriminalitas yang ditunjukkan oleh pasukan Rusia, itu sangat besar dibandingkan tuduhan yang telah kita lihat terhadap pasukan Ukraina,” katanya.

Utusan itu juga mengklaim Kiev telah menangani tuduhan pelanggaran dengan lebih bertanggung jawab.

“Rusia mau tidak mau menanggapi dengan propaganda, penolakan, kesalahan dan disinformasi, sedangkan pihak berwenang Ukraina pada umumnya mengakui pelanggaran dan telah mencela mereka dan telah berjanji untuk menyelidiki mereka,” katanya.

Para pejabat di Kiev telah membantah bahwa pasukan Ukraina mengeksekusi tahanan Rusia.

Presiden Vladimir Zelensky juga membantah tuduhan Rusia atas keterlibatan pemerintahnya dalam kekejaman lain, seperti pembunuhan jurnalis Darya Dugina di pinggiran kota Moskow.

Minggu lalu, Zelensky berulang kali membantah rudal Ukraina telah mendarat di Polandia, menewaskan dua orang, dan mempertahankan klaim palsunya itu.

Faktanya, rudal di Polandia itu sesuai pernyataan Presiden AS Joe Biden dan Sekjen NATO  Jens Stoltenberg, tidak datang dari pihak Rusia.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved