Konflik Serbia Kosovo

Perundingan Damai Serbia-Kosovo Gagal, Potensi Perang Terbuka Lagi

Perundingan Serbia-Kosovo yang dimediasi Uni Eropa di Brussel, Senin (21/11/2022) menemui kegagalan karena Serbia tetap menolak kebijakan Kosovo.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia Common/Sgt Craig J Shell, US Marine Corps
Sersan William Post (tengah) berbaris bersama anak-anak lokal di jalan utama Zegra, Kosovo, pada 28 Juni 1999. Post belajar dari anak-anak bagaimana mengucapkan kiri dan kanan dalam bahasa Albania dan kemudian mengajari mereka cara berbaris. Elemen Unit Ekspedisi Marinir ke-26 dikerahkan dari kapal-kapal USS Kearsarge Amphibious Ready Group sebagai kekuatan pendukung KFOR. 

Perang terbuka bisa dicegah setelah diplomat Eropa dan Amerika menengahi solusi sementara. Ketegangan kembali muncul pada awal November.

Puluhan pegawai pemerintah etnis Serbia di Kosovo mengundurkan diri dari posisi mereka setelah seorang kepala polisi setempat dipecat Pristina karena penolakannya untuk menerapkan langkah-langkah plat nomor.

Baik Serbia maupun provinsinya yang memisahkan diri, yang tidak diakui sebagai negara merdeka oleh PBB, sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan UE.

Namun, tujuan mereka saling eksklusif, mengingat Pristina berencana aksesi sebagai negara merdeka, sementara Beograd memandang Kosovo sebagai bagian integral dari Serbia.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell berinisiatif membuka pertemuan Beograd dan Pristina, pada 21 November ini.

Ia akan memulai pertemuan terpisah dengan masing-masing pemimpin mulai pukul 08.00 (waktu Brussel), dilanjutkan dengan pertemuan bersama.

Fokus pertemuan darurat adalah menemukan jalan keluar dari krisis saat ini dan menghindari eskalasi dan ketegangan lebih lanjut di lapangan.

Ia akan menekankan pada pengaturan pelat nomor dan kembalinya Serbia Kosovo ke institusi Kosovo.

Pernyataan itu juga mengatakan pertemuan akan dihadiri Presiden Serbia Aleksandar Vucic, Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti dan Perwakilan Khusus Uni Eropa Miroslav Lajcak.

Pihak berwenang Kosovo mengharuskan orang Serbia setempat mendaftarkan ulang pelat mobil mereka.

Mereka juga menuntut agar mereka menampilkan kode huruf standar Uni Eropa RKS (Republik Kosovo) alih-alih KM, pengenal Serbia untuk wilayah Kosovska Mitrovica yang disengketakan di perbatasan.

Batas akhir pendaftaran ulang adalah 31 Oktober. Pada 27 Agustus, Beograd dan Pristina mencapai kesepakatan kompromi yang ditengahi UE tentang peraturan masuk dan keluar.

Serbia setuju untuk menghapus dokumen masuk-keluar untuk pemegang ID Kosovo, sementara Kosovo setuju untuk tidak menerapkannya ke warga negara Serbia.

Beograd menyatakan langkah itu hanya bertujuan untuk menyederhanakan penyeberangan perbatasan dan tidak berarti Serbia mengakui kemerdekaan Kosovo.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Sputniknews/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved