Perang Rusia Ukraina

Zelensky Minta Jenderal Zalushny, Komandan Tertinggi Ukraina Kurangi Penampilan Publik

Presiden Ukraina Volodymir Zelensky dikabarkan meminta Jenderal Zaluzhny mengurangi penampilan publik, buntut ketegangan di antara kedua tokoh itu.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
net
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 

TRIBUNJOGJA.COM, LONDON - Komandan militer tertinggi Ukraina, Jenderal Valery Zaluzhny, telah diberitahu untuk mengurangi penampilan publiknya setelah rumor ketegangan antara dia dan Presiden Vladimir Zelensky.

Kabar ini diwartakan media Inggris, The Financial Times, mengutip orang-orang di Kiev yang mengetahui masalah tersebut.

Laporan yang muncul Sabtu (19/11/2022) tersebut menyatakan obrolan tentang kemungkinan konflik telah berputar kencang dalam beberapa bulan terakhir.

Indikasi terakhir, penembakan rudal ke Polandia awal pekan ini. Zelensky langsung menuduh pelakunya Rusia, meski faktanya rudal ditembakkan militer Ukraina.

Baca juga: Zelensky Berbohong, Ledakan Rudal di Polandia Bisa Rusak Kepercayaan NATO

Baca juga: Zelensky Provokasi Perang NATO vs Rusia Lewat Serangan Rudal ke Polandia

Baca juga: Presiden Zelensky Tuduh Rusia Hancurkan Infrastruktur Kherson Sebelum Mundur

Zelensky bersikukuh walaupun Presiden AS Joe Biden dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg menyatakan rudal tidak ditembakkan Rusia.

“Keduanya bersikeras ini adalah disinformasi Rusia yang dimaksudkan untuk memicu ketegangan di dalam kepemimpinan Kiev,” kata sumber yang dikutip Financial Times.

“Tetapi orang-orang yang mengetahui situasi tersebut mengatakan Zaluzhny telah diminta untuk mengurangi membangun profil publiknya,” lanjut surat kabar itu.

Zaluzhny adalah pejabat tinggi Ukraina yang menerima perhatian media yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Termasuk penampilan di sampul majalah Time pada bulan September. Surat kabar Jerman Bild menggambarkan Zaluzhny pada Agustus sebagai calon penerus Zelensky.

Outlet berita RBC Ukraina melaporkan pada Juli tentang konflik antara presiden dan jenderal atas interpretasi peraturan darurat militer.

Namun, sumber di Staf Umum Ukraina menepis ketegangan pada saat itu.

“Siapa yang ingin Panglima dan Presiden bertabrakan? Ini juga menjadi pertanyaan besar bagi kami. Hanya satu pihak yang diuntungkan: musuh kami,” kata seorang sumber.

Situs berita Ukraina Telegraf mengutip sumbernya pada Agustus yang mengatakan Zelensky berencana mencopot Zaluzhny dari jabatannya.

Namun, Zelensky kemudian menolak laporan tersebut, dengan mengatakan dia tidak berniat menugaskan kembali sang jenderal.

Pascainsiden Polandia, Volodymir Zelensky tetap bersikap keras dan ngotot dan mengabaikan fakta terbalik dari yang dikemukakannya ke publik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved