Berita Sleman Hari Ini

Atap Kelas SDN Kepuharjo Ambruk, Bupati Sleman: Saya Minta Semua Sekolah Dicek

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo angkat bicara mengenai ambruknya atap bangunan SD Negeri Kepuharjo, di Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kondisi atap ruang kelas di SDN Kepuharjo yang ambruk. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo angkat bicara mengenai ambruknya atap bangunan SD Negeri Kepuharjo, di Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Menurut Kustini, atap ruang kelas ambruk karena hujan deras disertai angin kencang. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut karena sejak awal sudah diantisipasi. 

"Ini nanti saya langsung cek ke sana.  Langsung (saya cek) dua titik," kata Kustini, saat menghadiri gelar budaya dan UMKM di Tambakrejo, Sabtu (19/11/2022) 

Diketahui, selain di SD Negeri Kepuharjo, hujan deras disertai angin juga menyebabkan plafon ruang kelas V di SD Negeri Kaliajir Berbah dilaporkan ambrol.

Baca juga: Kali Ini di Sleman, Atap Sekolah Ambruk di Satu Ruang Kelas SD Negeri Kepuharjo

Kustini mengaku segera meninjau dua gedung sekolah yang rusak tersebut. Nantinya, kata dia, akan dievaluasi mengenai kejadian tersebut. 

Disamping itu, Kustini juga meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, untuk mengecek seluruh bangunan sekolah Negeri di Sleman. Mengingat, akhir tahun ini diperkirakan akan berlangsung cuaca ekstrim. 

"Dengan adanya (atap ruang kelas) sekolah yang ambruk saya minta agar semua dicek seluruhnya. Ini kan karena dalam keadaan bencana. Semoga kegiatan belajar anak-anak bisa tetap berjalan dengan baik," harap dia. 

Diberitakan sebelumnya, atap satu ruang kelas di SD Negeri Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman ambruk.

Tidak ada korban dalam peristiwa ambruknya atap sekolah tersebut karena ruang kelas tidak digunakan. 

Panewu Cangkringan, Jaka Sumarsana mengatakan, atap salah satu ruang kelas SDN Kepuharjo ambruk pada Rabu (16/11) sekira pukul 14.30 WIB.

Menurut dia, atap sekolah tersebut ambruk disebabkan oleh kerangka yang tidak kuat. Apalagi saat kejadian, diguyur hujan deras. 

"Yang roboh ini, satu ruang kelas di kompleks SD Negeri Kepuharjo. Struktur (bangunan) pakai baja ringan. Dan beberapa hari ini kan curah hujan tinggi, genteng semakin berat sehingga kerangka tidak kuat," kata Jaka. 

Jaka mengatakan, atap ruang kelas yang ambruk itu, selama ini memang sudah tidak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sebab, para guru di sekolah tersebut, telah melakukan antisipasi dini bahwa ruang kelas tersebut rawan ambruk sehingga tidak digunakan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved