Berita Sleman Hari Ini

Kali Ini di Sleman, Atap Sekolah Ambruk di Satu Ruang Kelas SD Negeri Kepuharjo

Kejadian Atap sekolah ambruk kembali terjadi di wilayah DI Yogyakarta, kali ini satu ruang kelas di SD Negeri Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kondisi atap ruang kelas di SDN Kepuharjo yang ambruk. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kejadian Atap sekolah ambruk kembali terjadi di wilayah DI Yogyakarta, kali ini satu ruang kelas di SD Negeri Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman.

Tidak ada korban dalam peristiwa Atap sekolah ambruk tersebut karena ruang kelas tidak digunakan. 

Panewu Cangkringan, Jaka Sumarsana mengatakan, atap salah satu ruang kelas SDN Kepuharjo ambruk pada Rabu (16/11/2022) sekira pukul 14.30 WIB.

Baca juga: Bencana di Gunungkidul: 4 Rumah Tertdampak Longsor, 2 Orang Masih Tertimbun Tanah

Menurut dia, atap sekolah tersebut ambruk disebabkan oleh kerangka yang tidak kuat.

Apalagi saat kejadian, diguyur hujan deras. 

"Yong roboh ini, satu ruang kelas di kompleks SD Negeri Kepuharjo. Struktur (bangunan) pakai baja ringan. Dan beberapa hari ini kan curah hujan tinggi, genteng semakin berat sehingga kerangka tidak kuat," kata Jaka, Sabtu (19/11/2022). 

Jaka mengatakan, atap ruang kelas yang ambruk itu, selama ini memang sudah tidak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sebab, bapak- Ibu guru di sekolah tersebut, telah melakukan antisipasi dini bahwa ruang kelas tersebut rawan ambruk sehingga tidak digunakan. 

Pasca atap satu ruang kelas ambruk, aktivitas kegiatan belajar-mengajar di SD Negeri Kepuharjo masih berjalan normal seperti biasa.

Siswa belajar dengan menempati ruang kelas lain yang dinilai masih aman untuk digunakan. 

"Belajar mengajar msih jalan, ruangan lain masih bisa digunakan," kata Jaka.  

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sir Adi Marsanto mengatakan, atap ruang kelas SD Negeri Kepuharjo yang ambruk adalah ruang kelas yang tidak dipakai dan terakhir kali diperbaiki sejak erupsi Merapi tahun 2010 menggunakan anggaran pihak ketiga atau corporate social responsibility (CSR).

Saat ini, kelas yang atapnya ambruk sudah dilokalisir. 

"Sekarang posisinya sudah dilokalisir. Agendanya tahun depan baru bisa ditangani, tapi ruangan itu memang nggak dipakai. Jadi ya kita kalau agendakan tangani perbaiki rehab dengan yang sesuai, harusnya ruangan itu dipakai. Kalau perbaiki ruangan yang gak dipake kan eman-eman," kata dia. 

Baca juga: WASPADAI Bencana Hidrometeorologi, Simak Beberapa Hal yang Harus Dilakukan Berikut Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved