Dokter RSUP Sardjito Bagikan Tips Cara Meminum Minuman Tradisional yang Baik dan Benar

"Karena, mekanisme kerja jamu tradisional itu bertahap dan tidak bisa instan seperti obat kimia," ucapnya saat berbincang kepada Tribunjogja.com

Tayang:
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Fungsional Dokter Klinik Hortus Medicus Tawangmangu UPF RSUP Sardjito, dr. Ulfatun Nisa, M.Biomed, sedang menunjukkan ramuan minuman tradisional di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (18/11/2022). 

Ia pun memaparkan efek positif dan negatif ketika mengkonsumsi minuman tradisional. 

"Efek positifnya bagi tubuh yakni peredaran darah makin lancar, kemudian, kita tidak mudah sakit karena terdapat antioksidan yang melawan radikal bebas," tuturnya. 

"Sedangkan, untuk efek negatif biasanya terjadi apabila orang mengkonsumsi minuman tradisional tertentu. Misalnya, jamu pelangsing. Nah itu masih masuk dalam negatif list BPOM. Karena, jamu pelangsing bisa mengakibatkan seseorang sering BAB dan bentuk BAB-nya menjadi cair. Makanya, mengkonsumsi jamu pelangsing itu harus hati-hati," imbuh dr. Nisa.

Apabila seseorang ingin mengkonsumsi jamu tradisional, setidaknya dapat mencari tahu terlebih dahulu apakah jamu tersebut masuk dalam negatif list BPOM atau tidak. Jika tidak, tentu jamu tersebut bisa dikonsumsi.

Baca juga: CATAT, KPU Kulon Progo Segera Buka Lowongan PPS dan PPK Pemilu 2024

"Tapi, ada juga efek samping dari mengkonsumsi jamu berupa gatal-gatal. Kalau gatal-gatal itu biasanya karena alergi. Akan tetapi, tidak banyak yang seperti itu," katanya. 

Karena alergi tidak hanya terjadi saat mengkonsumsi obat medis saja, tetapi bisa terjadi saat seseorang mengkonsumsi minuman tradisional. 

"Jadi, setidaknya masyarakat bisa membudayakan minum jamu sebelum mengalami sakit," pungkasnya. (Nei)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved