Konflik Turki Kurdi
Balas Aksi Bom Istanbul Turki Bersiap Gempur Kelompok Kurdi Suriah
Militer Turki sedang mempersiapkan serangan balasan atas bom Istanbul ke basis kelompok Kurdi di Suriah utara.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
“Ada operasi yang sedang berlangsung terhadap PKK di Irak. Ada target tertentu di Suriah setelah itu selesai,” lanjutnya.
Hingga hari ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan di Istanbul, dan PKK membantah terlibat.
Polisi Istanbul mengatakan tersangka pengebom adalah seorang wanita Suriah bernama Ahlam Albashir. Dia ditahan hanya sehari setelah ledakan pada penggerebekan rumah di Istanbul.
Tahun ini saja, Turki telah melakukan tiga serangan ke Suriah utara terhadap basis-basis kelompok YPG.
Meskipun PKK diakui sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa, YPG adalah sekutu terkuat Washington dan Uni Eropa di Suriah dan Irak.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadapi tantangan besar dalam pemilihan tahun depan, dengan jajak pendapat menunjukkan dia bisa kehilangan kekuasaan setelah dua dekade.
Ini adalah skenario yang mirip dengan apa yang terjadi sebelum pemilihan umum 2015, dengan gelombang pemboman dan serangan teroris lainnya mencengkeram negara itu.
Kesalahan ditimpakan ke PKK dan ISIS. Sebagian keonaran dituduhkan ke oposisi Erdogan, yang diberangus sesudah kudeta gagal beberapa tahun lalu.
Elite Turki dalam konteks ini bisa saja merancang aksi teror dan mengambil keuntungan maksimal dari operasi untuk mendapatkan lebih banyak suara melalui retorika ultra-nasionalis dan operasi militer melawan Kurdi.
Faktanya, September Survei MetroPoll di Turki menemukan lebih dari separuh warga Turki percaya pemerintah mereka menggunakan ketegangan dengan Yunani untuk agenda pemilihan umum.
Juga dilaporkan Al-Monitor pada 9 November, Turki sedang mengatur ulang pasukan militan di Suriah utara dan dilaporkan menggunakan ancaman dan ultimatum untuk mendisiplinkan faksi-faksi yang tidak tertib.
Menurut laporan itu, Ankara menggunakan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) – kelompok jihad yang sebelumnya bersekutu dengan Al-Qaeda di Idlib, sebagai alat.
Faksi-faksi bersenjata di Idlib diberitahu pejabat Turki pada 2 November untuk bersatu di bawah komando bersama dan menutup ruang operasi terpisah.
Ultimatum disampaikan, konflik internal baru dapat mengakibatkan pembubaran kelompok-kelompok yang ada.(Tribunjogja.com/Southfront/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasukan-kurdi.jpg)