Polisi Italia Gagalkan Plot Aksi Neo-Nazi dan Batalyon Azov Ukraina

Polisi Itaia menggerebek kelompok NeoNazi dan menemukan plot serta simbol Nazi dan Batalyon Azov Ukraina.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP PHOTO/GENYA SAVILOV
Nasionalis Ukraina dan prajurit batalion Azov berdemonstrasi di Kiev pada 14 Oktober 2014 untuk menandai berdirinya Tentara Pemberontak Ukraina (UPA), sebuah gerakan partisan paramiliter yang dibentuk pada tahun 1943 untuk memperjuangkan kemerdekaan melawan pasukan Polandia, Soviet, dan Jerman di Ukraina barat . UPA secara historis kontroversial, diidolakan oleh nasionalis Ukraina tetapi dibenci oleh Rusia karena berkolaborasi dengan pasukan Nazi dan memerangi tentara Soviet. 

Menurut Bild, Menteri Pertahanan Christine Lambrecht memerintahkan pasukan untuk benar-benar menghapuskan label yang berisi huruf, atau hanya memotong bagian dengan penunjukan ukuran.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Jerman mengatakan kepada Berliner Zeitung, hanya beberapa ratus tentara yang terkena dampak insiden itu.

Ia menambahkan beberapa produsen telah gagal memenuhi persyaratan Bundeswehr untuk menggunakan "S-Short" daripada " SS.”

Reaksi menteri itu disambut kritik beberapa anggota parlemen, yang mengatakan Lambrecht harus fokus pada hal-hal yang lebih mendesak daripada mengejar bayang-bayang masa lalu.

“Anda harus bertanya pada diri sendiri mengapa insiden seperti itu hanya pernah terjadi di Bundeswehr,” kata seorang anggota Komite Pertahanan Bundestag Jerman.

Ia meminta menteri pertahanan untuk tidak melebih-lebihkan, dan sebaiknya mengurusi tugas-tugas penting, seperti persenjataan dan modernisasi militer.

Menurut Bild, pakaian kontroversial itu adalah bagian dari pengadaan besar yang dipesan oleh kementerian pertahanan, yang mencakup 313.000 set pakaian tempur, ratusan ribu helm dan kantong tidur, dengan biaya € 2,3 miliar ($ 2,41 miliar) .

Kementerian mengatakan kepada surat kabar The Times mereka masih berkomunikasi dengan pabrikan untuk menyelidiki apa yang terjadi.(Tribunjogja.com/Sputniknews/RussiaToday/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved