Berita Jogja Hari Ini

Pesan Sri Sultan HB X untuk Lurah di DI Yogyakarta: Danais ini untuk Investasi di Kalurahan

Pemda DIY telah memulai percontohan penggunaan dana keistimewaan (danais) yang pelaksanaannya ada di 392 kalurahan desa atau kalurahan pada tahun 2022

TRIBUNJOGJA.COM/Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY telah memulai percontohan penggunaan dana keistimewaan (danais) yang pelaksanaannya ada di 392 kalurahan desa atau kalurahan pada tahun 2022 ini.  

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, dana yang nominalnya mencapai Rp 1 miliar per kelurahan tersebut diharap dapat dimanfaatkan untuk unsur investasi seperti menyewa tanah kas desa hingga pengembangan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

“Dana keistimewaan ini bukan untuk membangun bangunan yang megah, membangun gorong-gorong atau membangun jalan seperti APBN. Dana ini harus untuk investasi di kalurahan. Silahkan bisa lewat BUMDes boleh, lewat kelompok masyarakat boleh. Bantulah rakyat miskin dan pengangguran dengan uang (danais) itu, tapi bukan dalam bentuk bantuan uang tunai,” jelas Sultan saat memberi sambutan acara pengukuhan Lurah Kabupaten Bantul dan lurah pengganti antar waktu Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (16/11/2022).

Baca juga: Petugas Copot Spanduk Nuansa Provokatif di Mlati Sleman Jelang Kedatangan Anies Baswedan

Sultan mencontohkan,tanah kas desa yang disewa menggunakan danais bisa dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok miskin atau masyarakat yang menganggur. Sehingga dampak dari pemanfaatan danais tersebut benar-benar dirasakan masyarakat sekitar.

"(Dana is) untuk menyewa tanah kas desa, untuk kelompok orang miskin atau yang nganggur. (Bisa) bertani, dana keistimewaan kan sifatnya pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Sri Sultan pun mengatakan keinginannya untuk menciptakan kalurahan yang bersih, dengan seluruh kegiatannya benar-benar dilakukan demi kesejahteraan masyarakatnya.

Untuk itu, memang diperlukan reformasi, tidak hanya bagi birokrasinya, tapi juga pola pikir para lurah dan pamong.

“Untuk desa bisa menjadi desa maju, saya kira program 10 desa budaya mandiri sudah ada, tinggal aplikasinya nanti seperti apa. Yang jelas, aplikasinya bisa membantu desa dan rakyatnya untuk tumbuh dan berkembang. Yang miskin tidak miskin lagi, yang nganggur tidak nganggur lagi. Semuanya gotong royong, adem ayem, kompak, dan wilayahnya maju,” papar Sri Sultan.

Sri Sultan juga berpesan agar rancangan program dan kegiatan kalurahan, hendaknya benar-benar selaras dengan tujuan pembangunan nasional dan pembangunan daerah.

Hal ini perlu dilakukan seiring upaya menggali solusi atas berbagai tantangan riil yang ada di masyarakat. Hingga saat ini, beberapa urusan prioritas adalah upaya pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial.

“Dalam upaya pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial, kalurahan harus cakap dan inovatif, agar memiliki nilai produksi yang berkelanjutan. Hal ini dapat diterapkan dalam strategi bisnis BUMDes. Sebagai contoh, pemilihan bidang usaha hendaknya diatur melalui koordinasi Panewu. Dengan mendasarkan diri pada keunggulan lokal masing-masing, sehingga dapat dihindari adanya duplikasi bidang usaha,” tutur Sri Sultan.

Baca juga: Puluhan Warga Jogja Gelar Aksi Damai di Titik Nol Kilometer untuk Tolak Politik Identitas

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Beny Suharsono menambahkan, untuk mengakses danais dibutuhkan peran aktif dari pihak lurah karena dalam mengakses danais dibutuhkan pengajuan program terlebih dahulu.

"Jadi harus mengajukan program ke kami dulu nanti baru disetujui baru dana itu turun. Tidak semua kalurahan mendapatkan nominal yang sama, tapi Rp 1 miliar pada posisi tertentu dapat kan," ucap dia.

Dia menambahkan kalurahan harus detail dalam merancang kebutuhannya melalui proposal yang sudah didiskusikan antara yang membutuhkan dan pemberi.

"Program kan di rencana kalurahan muncul," ujarnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved