Perang Rusia Ukraina

Sirine Serangan Udara Meraung-raung di Sejumlah Kota Ukraina

Sirine peringatan serangan udara dilaporkan meraung-raung Minggu (13/11/2022) dini hari WIB di sejumlah kota di Ukraina, dari Odessa hingga Kiev.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AP PHOTO/SERGEI GRITS
Radar rusak dan peralatan lainnya terlihat di fasilitas militer Ukraina di luar Mariupol, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Rusia telah meluncurkan rentetan serangan udara dan rudal ke Ukraina Kamis pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, KIEV – Sirine peringatan serangan udara meraung-raung selepas malam di sejumlah kota di Ukraina.

Kabar dikonfirmasi Kementerian Transformasi Digital Ukraina seperti dikutip Sputniknews, Minggu (13/11/2022).

Sirine dinyalakan di Odessa, Vinnytsia, Zhytomyr, Cherkasy, Kirovohrad, Chernihiv, Poltava, Dnipropetrovsk, Sumy, Kharkov, serta bagian yang dikuasai Ukraina dari Wilayah Zaporozhye, dan Kiev.

Serangan presisi terhadap infrastruktur Ukraina telah dilakukan oleh Rusia sejak 10 Oktober (dua hari setelah serangan teroris di Jembatan Krimea atau Jembatan Selat Kerch).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada 1 November lebih kurang 40 persen infrastruktur energi Ukraina telah rusak akibat serangan ini.

Baca juga: Terkuak Intel Inggris Siapkan Plot Bom Jembatan Krimea di Tengah Perang Rusia Ukraina

Baca juga: Mantan PM Italia Silvio Berlusconi Desak Barat Berhenti Pasok Senjata ke Ukraina

Pemadaman listrik massal terjadi di seluruh negeri. Ukraina telah memberlakukan pemadaman bergilir untuk memperbaiki jaringan energi menjelang musim dingin.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan pada Jumat Kiev membutuhkan sekitar $203 juta untuk memulihkan infrastruktur energi yang rusak.

Media Ukraina melaporkan pada Jumat mengutip DTEK, investor swasta terbesar di sektor energi Ukraina, pemadaman listrik bisa lebih lama di Ukraina saat musim dingin mendekat dan suhu turun.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Dewan Keamanan Rusia pada 10 Oktober Rusia telah melancarkan serangan balasan atas aksi teroris di Krimea.

Militer Rusia menggunakan senjata berpemandu presisi terhadap infrastruktur Ukraina, sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukan oleh Kiev terhadap infrastruktur sipil Rusia.

Putin mengutuk pemboman Jembatan Selat Kerch, juga dikenal sebagai Jembatan Krimea, yang terjadi pada 8 Oktober.

Putin mengatakan aksi terorisme semacam itu tidak dapat dibiarkan tanpa pembalasan.

Relokasi Tentara Ukraina

Menyusul penarikan mundur tentara Rusia dari Kota Kherson ke seberang Sungai Dnieper, Ukraina diduga akan mengalihkan 40.000 tentara dari Kherson ke daerah lain.

Termasuk wilayah Zaporozhye yang strategis. Hal ini dikemukakan Vladimir Rogov, anggota dewan utama pemerintah daerah Zaporozhye yang ditunjuk Rusia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved