Berita Sleman Hari Ini

Pengelola Wisata di Sleman Diimbau untuk Sadar Kelola Sampah 

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, gerakan bersih destinasi wisata sebenarnya sudah disosialisasikan. Dimulai dari desa wisata

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid 

Selain itu, kata Ishadi, BPBD Sleman juga telah mengembangkan aplikasi "Jarak aku dan Merapi".

Aplikasi yang bisa didownload di handphone ini bisa menjadi penanda jarak aman ketika sedang berwisata di lereng gunung Merapi. 

Baca juga: Pemkab Bantul Canangkan Zona Integritas di Semua Organisasi Perangkat Daerah

"Jadi dari handphone, bisa tahu posisi saya aman tidak sih dari Merapi. Kita memang harus bersahabat dengan bencana. Dan Insya Allah tidak terjadi apa-apa," harap dia. 

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di beberapa kesempatan sebelumnya mengimbau warga agar lebih hati-hati dan waspada di musim penghujan.

Sebab, Sleman merupakan wilayah potensi rawan bencana. Ada 7 bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Sleman.

Antara lain, kebakaran, longsor, angin kencang, gempa, banjir, lahar dingin hingga letusan gunung Merapi. 

"Sleman itu rawan bencana, saya mengimbau masyarakat harus waspada. Apalagi nanti bulan Desember - Januari diperkirakan hujan deras dan angin kencang, sehingga harus mengantisipasi semuanya," kata Kustini. (rif)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved