Atap SD Muhammadiyah Playen Ambruk

8 Fakta Ambruknya Atap SD Muhammadiyah Bogor Hingga Memakan Satu Korban Jiwa

Saat para siswa tengah mengikuti pengajian sebelum kegiatan pelajaran dimulai, tiba-tiba atap bangunan sekolah ambruk dan menimpa para siswa

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Polisi memasang garis polisi di lokasi ambruknya atapGedung SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul, Selasa (8/11/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Suasana pengajian yang digelar di ruangan lantai 2 gedung SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul yang awalnya berlangsung khidmad berubah menjadi duka pada Selasa (8/11/2022) pagi kemarin.

Saat para siswa tengah mengikuti pengajian sebelum kegiatan pelajaran dimulai, tiba-tiba atap bangunan sekolah ambruk dan menimpa para siswa yang ada di dalam ruangan.

Belasan siswa yang tengah mengikuti pengajian pun terluka akibat tertimpa atap bangunan.

Para korban luka kemudian langsung dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari 12 siswa yang terluka, salah satunya mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Wonosari.

Namun takdir berkata lain, siswa berinisial FA (12) tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit pada Selasa malam.

Berikut Tribunjoga.com rangkumkan fakta-fakta insiden atap sekolah di Gunungkidul ambruk hingga menyebabkan seorang siswa meninggal dunia: 

1. Atap ambruk saat pengajian

Siswa di SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul saat kejadian tengah mengikuti pengajian.

Kegiatan pengajian ini dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar di sekolah dilaksanakan.

Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi menyampaikan ambruknya atap bangunan sekolah terjadi sekitar pukul 07.30 WIB pagi.

"Saat itu aktivitas belajar belum dimulai, baru pengajian," kata Hajar.

2. Tiga Kelas Sudah Terisi Siswa

Saat kejadian, ada tiga ruang kelas yang sudah terisi para siswa.

Kelas-kelas itu berada di lantai 2 bangunan sisi belakang sekolah.

3. 12 Pelajar Terluka

Insiden atap ambruk di SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul ini menyebabkan 12 siswa terluka.

Para korban luka kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Playen dan RSUD Wonosari untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari 12 korban luka, seorang di antaranya mengalami luka serius hingga harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Wonosari.

Baca juga: Tragedi Runtuhnya Atap SD Muhammadiyah Bogor, FA Menyusul Sang Ayah yang Belum Lama Meninggal

4. Satu Orang Meninggal Dunia

Satu korban dalam insiden atap ambruk di SD Muhammadiyah Bogor, Playen berinisial FA akhirnya meninggal dunia.

Korban sebelumnya sempat mendapakan perawatan intensif di ruang ICU RSUD Wonosari.

Namun korban akhirnya meninggal pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Meninggalnya FA dibenarkan oleh Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati.

FA sempat menjalani perawatan intensif di sana.

"Benar, yang bersangkutan meninggal dunia sekitar pukul 21.00 WIB," kata Heru melalui pesan singkat malam ini.

5. Sempat Berupaya Lindungi Teman-temannya

Jenazah FA sendiri langsung dibawa ke rumah duka pada Selasa malam di Kalurahan Ngawu, Playen.

Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 21.55 WIB.

Panewu Playen, Agus Sumaryono mengungkapkan FA merupakan satu-satunya korban luka berat.

Menurut informasi yang beredar, FA sempat berupaya melindungi teman-temannya saat atap ambruk.

"Namun FA sendiri akhirnya berakhir di bawah reruntuhan," ujar Agus.

6. Kondisinya Sempat Membaik

FA dalam kondisi tak sadarkan diri saat dibawa ke RSUD.

Meski demikian, kondisinya sempat membaik setelah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.

Namun malam tadi, kondisinya menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir. FA dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 21.00 WIB.

"Tim medis sudah berusaha semaksimal mungkin," kata Agus.

7. Ayah FA Baru Saja Meninggal

Lurah Ngawu, Wibowo Dwi Jatmiko mengatakan jenazah FA akan dimakamkan di Grogol, Paliyan. Ia akan dimakamkan di sebelah makam ayahnya.

Menurutnya, ayah FA juga belum lama ini meninggal dunia.

FA sendiri diketahui tinggal bersama kerabatnya di Ngawu.

"Kami juga akan membantu proses pemakamannya sampai besok," kata Wibowo.

8. Penyebab Atap Runtuh Masih Diselidiki Polisi

Penyebab ambruknya atap SD Muhammadiyah Bogor hingga saat ini belum diketahui.

Saat kejadian, kondisi cuaca cerah dan tidak ada angin.

Bangunan yang ambruk pun tergolong baru.

Polisi sendiri masih menyelidiki penyebab ambruknya atap SD Muhammadiyah Bogor ini.

"Kami masih terus menyelidiki kejadian ini," kata Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi.

Sejumlah unsur dilibatkan untuk penanganan di lokasi kejadian. Antara lain Tim Pemadam Kebakaran (Damkar), aparat Polres Gunungkidul, Basarnas, hingga perangkat setempat.

Aktivitas belajar pun kini dihentikan sementara selagi proses penyelidikan dilakukan. Seluruh pelajar yang selamat saat ini dipulangkan ke rumahnya masing-masing. (Tribunjogja/alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved