Berita Sleman Hari Ini
3 Kalurahan Jadi Prioritas Pembebasan Lahan Jalan Tol Yogya-Solo Seksi 2
Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo seksi 2 (Tirtoadi hingga Maguwoharjo) dimulai dari sisi barat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo seksi 2 (Tirtoadi hingga Maguwoharjo) dimulai dari sisi barat.
Prioritas pembebasan dimulai di tiga Kalurahan, yaitu Tirtoadi, Tlogoadi hingga Trihanggo.
Hal ini untuk menyambungkan dengan ruas jalan tol Jogja-Bawen di seksi 1 (Juction Sleman hingga simpang susun Banyurejo) yang tahapan pembangunannya sudah dimulai dari Kalurahan Tirtoadi.
"Pembebasan Seksi 2 (jalan tol Jogja- Solo) kami mulai dari Tirtoadi, biar mengakomodir juga ruas Jogja-Bawen. Nantinya akan menyambung konekting untuk Jogja-Solo di desa Tirtoadi. Setelah ini akan berlanjut. Ada tiga Kalurahan yang menjadi prioritas. Yaitu Tirtoadi, Tlogoadi dan Trihanggo," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Lahan Tol, Dian Ardiansyah, saat kegiatan musyawarah penetapan bentuk ganti rugi jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kalurahan Tirtoadi, Selasa (8/11/2022).
Baca juga: Pengadaan Tanah Tahap Dua Tol Yogya-Solo Ditarget Selesai Desember 2022
Pembebasan lahan jalan Tol Yogyakarta-Solo di seksi 2 sementara ini hanya tiga Kalurahan,-- dengan panjang tiga kilometer,-- yang menjadi prioritas untuk diajukan pembebasan lahan ke Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN).
Di samping untuk menyambung konektivitas dengan ruas Jogja- Bawen juga menyesuaikan anggaran.
Menurut Dian, anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan terdampak jalan Tol Yogyakarta-Solo sebesar Rp 2,7 Triliun.
Anggaran sebesar itu dibagi untuk wilayah Jateng dan DIY.
Di Kalurahan Tirtoadi sendiri ada 437 bidang dengan luas 212.643 meter persegi lahan yang terdampak.
Pelaksanaan musyawarah dibagi dalam enam pertemuan.
Hal ini untuk mengakomodir warga supaya lebih leluasa mengajukan pertanyaan sebelum menandatangani berita acara kesepakatan.
Diketahui, kegiatan musyawarah nantinya menjadi dasar dalam proses pembayaran ganti kerugian.
Apakah warga setuju atau tidak.
Sejuah ini, hampir mayoritas warga Tirtoadi yang terdampak Jalan tol setuju dan menginginkan bentuk ganti rugi pembebasan lahan dalam bentuk uang.
"Hari pertama sampai akhir, mayoritas warga menginginkan uang. Jadi nggak ada yang mau ganti rugi selain uang. Misalnya (ganti rugi) tanah, tidak ada," terang Dian.
Baca juga: Terima UGR Tol Yogya-Solo Rp300 Miliar, Warga Desa Dompyongan Klaten bakal Jadi Miliarder Dadakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/3-Kalurahan-Jadi-Prioritas-Pembebasan-Lahan-Jalan-Tol-Yogya-Solo-Seksi-2.jpg)