Atap SD Muhammadiyah Playen Ambruk

11 Pelajar Korban Atap Ambruk SD Muhammadiyah Bogor Playen Dipulangkan, 1 Orang Masih Dirawat di ICU

Sedangkan untuk pelajar lainnya, ia menyebut ada luka serius pada bagian kepala belakang. Pelajar ini pun sempat mengalami henti napas

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Alexander Ermando
Suasana depan Ruang ICU RSUD Wonosari, Gunungkidul, Selasa (08/11/2022). Satu pelajar korban ambruknya atap SD Muhammadiyah Bogor disebut masih kritis. 

Adapun kini ia sudah dipulangkan.

Sedangkan untuk pelajar lainnya, ia menyebut ada luka serius pada bagian kepala belakang.

Pelajar ini pun sempat mengalami henti napas, namun kini sudah memberikan respon meski belum sepenuhnya sadar.

"Yang bersangkutan didampingi pihak keluarga dan perwakilan sekolah, tadi sempat dijenguk Bupati Gunungkidul," kata Sumartana.

Sementara itu, Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi mengatakan ambruknya atap diduga akibat ketidaksesuaian konstruksi bangunan.

Sebab rangka atap tidak kuat menahan beban genting yang berat dan basah.

Baca juga: 214 Mahasiswa dari Berbagai Universitas di Dunia Ikuti Summer Course UGM 2022

Berdasarkan keterangan sejauh ini, bangunan tersebut selesai dibangun pada Agustus 2021 silam.

Pembangunannya dikerjakan oleh rekanan dengan total biaya Rp 600 juta.

"Pembiayaannya kerjasama antara rekanan dengan pihak sekolah," jelas Hajar.

Kejadian ini menyebabkan kerugian sekitar Rp 120 juta.

Menurut laporan Polsek Playen, total ada 14 pelajar terluka akibat terkena material atap yang ambruk. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved