11 Kali Angin Puting Beliung Landa Klaten Selama Oktober 2022, BPBD Minta Warga Waspada

BPBD Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mencatat sebanyak 11 kejadian angin puting beliung terjadi di daerah itu selama Oktober 2022

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Berita Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mencatat sebanyak 11 kejadian angin puting beliung terjadi di daerah itu selama Oktober 2022.

Untuk itu, warga diminta mewaspadai bencana angin puting beliung dan banjir yang rentan terjadi musim penghujan tahun ini.

"Selama Oktober terjadi 11 kali bencana angin puting beliung ya. Ini perlu kita waspadai," ujar Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto saat TribunJogja.com temui di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (7/11/2022).

Kemudian, lanjutnya pada awal November 2022 ini, terdapat 4 kali peristiwa angin puting beliung yang menerjang warga desa di 4 kecamatan.

Meski tak ada menimbulkan korban jiwa dan korban luka, namun tetap saja BPBD Klaten meminta warga selalu waspada.

Apalagi, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, wilayah Kabupaten Klaten dan sekitarnya diprediksi mengalami puncak hujan dan angin kencang hingga Januari 2023.

Ia meminta warga untuk merapikan pohon-pohon besar yang ada di lingkungan tempat tinggalnya agar terhindar dari pohon tumbang saat angin kencang.

"Kalau untuk antisipasi banjir kita koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo untuk pengadaan bahan banjiran seperti bronjong kawat," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Klaten Sri Winoto, mengatakan, untuk antisipasi bencana alam saat musim penghujan pihaknya juga telah menggelar lomba simulasi siaga bencana ini diikuti oleh 17 sekolah tingkat SMA/SMK di Klaten.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga di lingkungan sekolah dalam menghadapi bencana seperti angin kencang, banjir, gempa bumi dan lainnya.

"Lomba ini pertama kali dilaksanakan di SMA Negeri 1 Karangdowo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi siswa tentang bencana dan cara menyelamatkan diri," ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved