Berita Pendidikan Hari Ini
Universitas Alma Ata Yogyakarta Gelar APHNI ke-4
APHNI ke-4 akan menghadirkan pembicara dari luar negeri, seperti Amerika, Taiwan, Thailand, Filipina, dan Malaysia.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Alma Ata Yogyakarta menggelar Asia-Pasific Partnership on Health and Nutrition Improvement ( APHNI ) ke 4.
Ketua Panitia APHNI ke 4, Dr. Muhammad Abdurrahman, M. Sc mengatakan APHNI merupakan agenda tahunan yang rutin digelar oleh Fakultas Kesehatan Alma Ata Yogyakarta.
Pada konferensi internasional tersebut, pihaknya sengaja menghadirkan pembicara dari luar negeri, seperti Amerika, Taiwan, Thailand, Filipina, dan Malaysia.
"Tema yang diambil memang selalu seputar kesehatan, saat ini fokus pentingnya adalah untuk mengenali pentingnya nutrisi yang akan diberikan kepada masyarakat, mulai dari bayi, balita, hingga lansia," katanya, Rabu (26/10/2022).
Selain menambah pengetahuan, ia berharap mahasiswa bisa lebih banyak terlibat dalam konferensi lain, baik skala nasional maupun internasional.
Baca juga: Gelar Dialog Kebangsaan, Universitas Alma Ata Ajak Masyarakat Pilih Pemimpin yang Bersih dan Tangguh
Ia juga ingin gelaran APHNI selanjutnya bisa digelar secara tatap muka, sehingga interaksi mahasiswa sebagai peserta dan pembicara lebih optimal.
"Memang selama pandemi Covid-19 ini dilaksanakan secara daring. Harapannya keterlibatan mahasiswa semakin tinggi, karena kan sudah punya pengalaman melalui konferensi ini. Tidak hanya di Alma Ata aja, tetapi juga di konferensi lainnya baik dalam dan luar negeri," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta , Prof. dr. H Hamam Hadi, MS, Sc.D, Sp.GK menyebut Towards Achieving Health-Related Sustainable Development Goals (SDGs): Current Situation and The Next Agenda menjadi tema yang menarik untuk didiskusikan.
Harapannya konferensi ilmiah internasional tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa.
"Saya berharap mahasiswa bisa menikmati konferensi ini, dan menambah ilmu serta pengetahuan mahasiswa, yang bisa digunakan untuk bekal dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik," terangnya.
Pada konferensi ilmiah tersebut, Hamam mempresentasikan terkait Peranan Menyusui Untuk Menurunkan Stunting di Indonesia.
Saat ini stunting masih menjadi tantangan global, terutama di negara berkembang.
Apalagi angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi.
Stunting memiliki konsekuensi jangka pendek maupun jangka panjang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Universitas-Alma-Ata-Yogyakarta-Gelar-APHNI-ke-4.jpg)