Perang Rusia Ukraina
Politisi Rusia Vyacheslav Volodin Samakan Rezim Ukraina dengan Al Qaeda
Politisi Rusia menyamakan pemimpin Ukraina seperti Al Qaeda, juga menyamakan Presiden Zelenksy seperti Osama bin Ladin terkait terorisme nuklir.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Politisi Rusia yang juga Ketua Majelis Rendah (Duma), Vyacheslav Volodin, menyamakan rezim atau pemerintah Ukraina dengan Al-Qaeda.
Menulis di saluran Telegramnya, Volodin membandingkan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dengan Osama Bin Laden, pemimpin serangan teroris 9/11 di AS pada 2001.
“Washington merilis informasi 20 tahun lalu teroris Al-Qaeda yang dipimpin Bin Laden mendapatkan akses ke bahan radioaktif dan berencana membuat ‘bom kotor’,” katanya.
“Ancaman penggunaan bom semacam itu di AS dan Eropa telah ada sampai Bin Laden terbunuh pada 2011,” lanjutnya dikutip Russia Today, Senin (24/10/2022).
Baca juga: Rusia Tuduh Ukraina Buat Senjata Nuklir Bom Kotor
Baca juga: Rusia Bombardir Ukraina dengan 83 Rudal, Putin Sebut Balasan Terhadap Peledakan Jembatan Krimea
Baca juga: Iran Disebut Siap Pasok Rudal Balistik Fateh dan Zolfaghar ke Rusia, Ini Kemampuan Keduanya
Metode terorisme nuklir menurutnya tidak berubah. Metode yang digunakan Osama Bin Laden sekarang digunakan Zelensky.
Volodin mengklaim Kiev telah menginstruksikan para ilmuwan nuklirnya untuk membuat 'bom kotor', sementara pasukannya menembaki infrastruktur penting pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye dan Kursk.
“Melalui bantuan keuangan dan militer untuk rezim Zelensky, Presiden AS dan kepala negara-negara Eropa menjadi sponsor dan kaki tangan dalam terorisme nuklir,” tulis Volodin.
Komentar itu muncul setelah Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu memperingatkan rekan-rekannya dari Inggris dan Prancis tentang "provokasi potensial Ukraina" yang melibatkan 'bom kotor'.
Zelensky menolak tuduhan itu dan menuduh Moskow mengancam dunia dengan senjata nuklir.
"Jika Rusia menuduh Ukraina sedang mempersiapkan sesuatu, itu berarti hanya satu hal: bahwa Rusia sendiri sedang mempersiapkannya," kata Zelensky pada Minggu.
Moskow dan Kiev saling menuduh menembaki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporozhye, yang direbut pasukan Rusia setelah Moskow melancarkan operasi militernya 24 Februari 2022.
Wilayah Zaporozhye memilih pada bulan September untuk meninggalkan Ukraina dan sejak itu diterima di Federasi Rusia.
Lebih lanjut Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengatakan satu-satunya "entitas" yang mampu menggunakan nuklir saat ini adalah Rusia sendiri
Zelensky mengomentari apa yang dia sebut "korsel telepon" oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu berbagi informasi ke para Menhan Prancis, Turki, dan Inggris.
Kantor berita RIA Novosti sebelumnya melaporkan tujuan provokasi semacam itu adalah menuduh Moskow menggunakan senjata pemusnah massal dalam sebuah taktik untuk "meluncurkan kampanye anti-Rusia yang kuat".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Presiden-Zelensky-Berbicara-di-Kongres-Amerika-Kami-Membutuhkan-Anda.jpg)